Mencicipi Olahan Ikan Sidat dalam Berbagai Rasa | Cerita Kita tvOne
Bantul, Yogyakarta – Sebuah warung di Bantul, Yogyakarta menyediakan berbagai macam olahan daging ikan sidat. Diantaranya menu Kicik, Tongseng Sate dan sejumlah menu lainnya.
Di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, warung olahan ikan sidat semakin banyak dikunjungi pembeli karena protein tinggi yang dikandungnya, yang diyakini bisa meningkatkan imunitas tubuh. Harganya pun relatif terjangkau, yakni hanya Rp25.000 per porsi.
Ikan sidat yang memiliki nama latin Anguilla ini bentuknya mirip seperti belut namun ukurannya lebih besar.
Di Jepang sana, daging ikan jenis ini dihargai sangat mahal sekali, tetapi tidak di Indonesia yang merupakan pembudidaya ikan sidat yang terbilang berhasil.
Di warung sate Mbok Sabar, di Jalan Parangtritis, Bantul, Yogyakarta, menu masakan daging ikan sidat dihargai relatif murah. Jadi tidak heran kalau pembelinya terus bertambah.
Di warung ini pembeli bisa memesan tongseng, kicik, sate, pepes dan berbagai macam olahan ikan sidat lainnya.
“Ini baru pertama kali saya coba, penasaran, lewat jalan ini kok ada olahan daging sidat. Ternyata enak juga, sekilas mirip ikan lelel, tapi dagingnya lebih padat. Katanya proteinnya lebih tinggi, sehingga menambah imun,” kata Ujang Hasanudin, salah seorang pembeli yang sedang singgah di warung itu.
Cara mengolah daging ikan sidat untuk berbagai menu masakan juga terbilang mudah. Nyaris sama dengan memasak daging pada umumnya, baik untuk memasak rica, kicik, gule hingga tongseng.
“banyak peminatnya, untuk orang yang ga suka daging kambing, beralih ke ikan sidat. Menunya ada pepes, kicik, rica, sama tongseng, gule juga bias,” kata pemilik warung Andini.
Untuk dapat menikmati menu masakan daging ikan sidat di warung sate mbok sabar ini, anda tidak perlu morogoh kocek dalam-dalam, karena harganya cukup terjangkau yaitu Rp25 ribu setiap porsinya.
Jangan lupa mencobanya ya kalau ke yogyakarta ya! Lokasi warung ini hanya berjarak 14 kilometer dari kawasan Malioboro, Yogyakarta. Jika anda menggunakan kendaraan roda empat anda hanya membutuhkan waktu sekitar setengah jam saja. (ito)
(Lihat Juga: Bakso kepiting dari Palembang)