KH Cholil Nafis: Kemungkinan 1 Syawal Berbeda
Jakarta, tvOnenews.com - Perbedaan penentuan Hari Raya Idulfitri di Indonesia kembali menjadi sorotan. KH Cholil Nafis menilai perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah kerap menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat.
Dalam dialog di program Apa Kabar Indonesia Pagi, disampaikan bahwa perbedaan dalam fikih memang hal yang wajar. Namun, ketika menyangkut penentuan Lebaran, perbedaan tersebut menyentuh aspek keyakinan yang lebih sensitif.
Disebutkan, seseorang yang meyakini Lebaran jatuh pada hari tertentu tidak dapat mengikuti keyakinan hari lain, termasuk dalam hal larangan berpuasa saat Idulfitri. Hal ini berbeda dengan perbedaan ibadah lain yang dinilai lebih fleksibel.
Karena itu, pemerintah dinilai perlu mengambil peran lebih aktif untuk mencari formula penyatuan, agar tidak terus terjadi perbedaan setiap tahun.
Upaya penyatuan sebenarnya telah dilakukan sejak lama, termasuk melalui dialog antara organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, namun hingga kini belum mencapai titik temu.
Salah satu solusi yang diusulkan adalah membentuk tim yang mampu menjembatani perbedaan metode, baik rukyat maupun hisab, dengan melibatkan para ilmuwan dan tokoh agama.
Selain itu, diperlukan kesepakatan bersama agar seluruh pihak tidak mengumumkan penetapan Lebaran sebelum keputusan resmi pemerintah, sehingga masyarakat tidak bingung.
Untuk tahun ini, perbedaan penentuan Lebaran diperkirakan masih akan terjadi. Beberapa organisasi telah menetapkan tanggal yang berbeda berdasarkan metode masing-masing.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk menyikapi perbedaan dengan bijak dan tidak mempertajam perbedaan.
Sebaliknya, perbedaan tersebut diharapkan menjadi ruang pembelajaran, khususnya dalam memahami aspek keilmuan seperti astronomi dan ilmu falak.
Pemerintah sendiri diharapkan dapat terus memfasilitasi dialog dan mencari titik temu, agar ke depan penentuan hari besar keagamaan dapat lebih seragam tanpa mengabaikan prinsip-prinsip keilmuan dan keagamaan.