news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Perang Iran vs AS, Pengamat: Indonesia Bersiap Hadapi Krisis Energi

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:19 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dinilai berpotensi memengaruhi ketahanan energi Indonesia. 

Pengamat energi dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Tumiran, menyebut Indonesia masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor bahan bakar sehingga rentan terhadap gangguan pasokan global.

Menurutnya, Amerika Serikat relatif memiliki cadangan strategis energi yang kuat untuk menjaga keamanan nasionalnya. 

Namun, Indonesia justru harus lebih mewaspadai dampak tidak langsung, terutama kenaikan harga energi dunia akibat konflik yang berkepanjangan.

Prof. Tumiran menjelaskan, ketergantungan impor Indonesia masih cukup besar. Sekitar 70 persen kebutuhan bahan bakar minyak dipenuhi dari impor, sementara impor LPG mencapai sekitar 80 persen. 

Kondisi tersebut membuat Indonesia rentan jika terjadi gangguan pasokan global, khususnya dari kawasan Timur Tengah.

Ia menilai kenaikan harga minyak dunia dapat berdampak pada fiskal nasional. Pemerintah berpotensi menambah beban subsidi apabila harga dalam negeri tidak disesuaikan. Sebaliknya, jika harga dinaikkan, risiko inflasi juga meningkat.

Untuk mengurangi risiko tersebut, ia mendorong percepatan pembangunan ketahanan energi nasional. 

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain mengurangi ketergantungan LPG dengan kompor listrik, memperluas penggunaan energi surya, serta memperkuat industri energi dalam negeri agar tidak bergantung pada impor.

Selain itu, Indonesia juga dinilai perlu menambah cadangan strategis energi. Saat ini cadangan operasional nasional disebut hanya sekitar 22 hari, sehingga perlu diperkuat untuk mengantisipasi gangguan pasokan.

Ia juga menyoroti potensi risiko apabila konflik berdampak pada jalur distribusi energi global seperti Selat Hormuz. 

Jika jalur tersebut terganggu, pasokan minyak dan LPG ke Indonesia dapat terdampak dan memengaruhi sektor transportasi serta industri domestik.

Karena itu, diversifikasi sumber impor energi dinilai penting agar Indonesia tidak bergantung pada satu kawasan tertentu. 

Dengan langkah tersebut, Indonesia diharapkan lebih siap menghadapi ketidakpastian geopolitik global yang dapat memengaruhi pasokan energi.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

13:03
04:04
01:50
01:01
02:23
01:21

Viral