Harga BBM di AS Naik 30 Persen
Jakarta, tvOnenews.com - Kenaikan harga energi mulai dirasakan di Amerika Serikat seiring berlanjutnya konflik militer dengan Iran.
Dari laporan langsung di New York, harga bahan bakar minyak (BBM) tercatat mengalami lonjakan signifikan hingga sekitar 30 persen dalam beberapa pekan terakhir.
Harga bahan bakar jenis solar dilaporkan telah menembus kisaran 5 hingga hampir 6 dolar per galon.
Jika dikonversikan, harga BBM termurah berada di kisaran Rp17.500 per liter, sementara solar mencapai sekitar Rp23.000 per liter.
Kenaikan harga energi ini berdampak langsung pada kondisi ekonomi masyarakat. Warga Amerika Serikat harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk kebutuhan sehari-hari, sementara harga barang dan jasa juga mulai mengalami kenaikan.
Situasi tersebut turut memengaruhi tingkat dukungan publik terhadap operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat bersama Israel.
Sejumlah laporan menyebutkan dukungan terhadap kebijakan tersebut mulai menurun, termasuk di kalangan anggota Kongres.
Selain tekanan ekonomi, kekhawatiran masyarakat terhadap potensi serangan balasan juga meningkat.
Survei terbaru menunjukkan sekitar 70 persen warga Amerika Serikat merasa tidak aman akibat eskalasi konflik yang terus berlangsung.
Di sisi lain, pemerintah Amerika Serikat disebut memberikan sejumlah tuntutan kepada Iran, termasuk penghentian pengembangan program nuklir serta membuka akses inspeksi internasional. Namun, sejumlah analis menilai tuntutan tersebut sulit dipenuhi dalam waktu dekat.
Iran sendiri disebut mengajukan tuntutan balasan, di antaranya meminta kompensasi atas kerusakan akibat operasi militer serta penarikan pasukan dari kawasan Teluk.
Kondisi ini membuat peluang tercapainya gencatan senjata dalam waktu dekat dinilai masih kecil.
Hingga kini, konflik masih terus berlanjut dengan intensitas serangan yang meningkat dari kedua belah pihak, sehingga dampaknya terhadap ekonomi global, termasuk harga energi, diperkirakan akan terus berlanjut.