news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Gagal Buka Paksa Selat Hormuz, Tanda-tanda Awal Kekalahan AS

Rabu, 8 April 2026 - 15:19 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Kegagalan Dewan Keamanan PBB mengesahkan resolusi terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz dinilai menjadi indikasi melemahnya posisi diplomasi Amerika Serikat. 

Pengamat Timur Tengah Pizaro Gozali Idrus menyebut Iran saat ini berada dalam posisi yang lebih kuat dalam mengendalikan kawasan strategis tersebut.

Dalam pembahasan di Dewan Keamanan PBB, resolusi yang diajukan untuk membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak mendapatkan dukungan. 

China dan Rusia menolak, sementara Prancis yang selama ini dianggap sekutu dekat Amerika Serikat juga tidak memberikan dukungan. Kondisi ini dinilai sebagai kekalahan diplomasi awal bagi Washington.

Pizaro juga menilai kegagalan tersebut memperlihatkan Iran masih mampu mempertahankan kontrol terhadap Selat Hormuz.

Bahkan, Iran disebut mengusulkan skema biaya atau pungutan bagi kapal yang melintas, yang dinilai dapat berdampak pada negara-negara pengguna jalur pelayaran tersebut.

Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata soal pembayaran, tetapi juga menyangkut kredibilitas Amerika Serikat. Jika skema tersebut diterima, hal itu dinilai dapat dianggap sebagai bentuk pengakuan atas posisi Iran dalam konflik yang sedang berlangsung.

Selain itu, Iran dinilai berhasil memenangkan opini global meski mengalami kerusakan infrastruktur akibat konflik. Ketahanan Iran selama puluhan hari konflik disebut memperkuat posisi politik dan moral di mata dunia internasional.

Terkait peluang gencatan senjata, pengamat menilai situasi masih belum pasti. Meski terdapat rencana pertemuan dan perundingan, potensi pelanggaran kesepakatan tetap terbuka sehingga konflik bisa kembali memanas.

Pizaro juga menilai masyarakat Iran telah menunjukkan kesiapan menghadapi skenario terburuk. Hal ini terlihat dari mobilisasi dukungan publik serta pengalaman historis Iran dalam konflik panjang sebelumnya.

Meski demikian, peluang perdamaian tetap terbuka apabila kesepakatan yang dicapai dinilai adil bagi kedua pihak.

Iran disebut membuka kemungkinan perundingan selama ada jaminan tidak terjadi serangan kembali dan kesepakatan dilakukan secara setara.

Situasi di kawasan Timur Tengah pun dinilai masih sangat dinamis. Pizaro menyebut periode beberapa pekan ke depan menjadi fase krusial untuk menentukan apakah gencatan senjata akan berlanjut menjadi perdamaian jangka panjang atau hanya jeda sementara sebelum konflik kembali terjadi.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
00:59
01:04
16:34
02:21
08:13

Viral