news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Jelang Gencatan Senjata Berakhir, AS Sandera Kapal Iran Melintas di Kawasan Blokade

Selasa, 21 April 2026 - 10:35 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Warga di New York, Amerika Serikat, masih menanti kepastian kelanjutan perundingan antara Amerika Serikat dan Iran menjelang berakhirnya masa gencatan senjata dalam waktu dekat.

Laporan jurnalis menyebutkan, hingga Senin malam waktu setempat, belum ada kepastian apakah perundingan tahap kedua akan benar-benar digelar di Islamabad.

Pemerintah AS mengonfirmasi delegasinya telah berangkat menuju lokasi perundingan, termasuk Jared Kushner dan Steve Witkoff. Sementara itu, Wakil Presiden JD Vance juga dilaporkan tengah menuju Islamabad.

Namun hingga kini, Iran belum memberikan konfirmasi kehadiran. Penolakan ini disebut sebagai respons atas ketegangan terbaru, termasuk penahanan kapal Iran oleh Amerika Serikat serta blokade di kawasan Selat Hormuz.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sejumlah poin dalam draf perundingan.

Ia juga memberi sinyal tekanan keras, termasuk kemungkinan serangan terhadap infrastruktur jika Iran tidak menyetujui kesepakatan.

Ketegangan ini berdampak langsung pada kondisi ekonomi. Harga minyak mentah dilaporkan naik sekitar 5 persen, mendekati 100 dolar AS per barel, seiring kekhawatiran terganggunya distribusi energi di Selat Hormuz.

Selain itu, indeks saham utama di Wall Street juga mengalami penurunan antara 0,5 hingga 1,5 persen.

Situasi tersebut memicu kekhawatiran di kalangan warga AS. Kenaikan harga energi dan bahan bakar mulai dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagian besar warga berharap konflik tidak berlanjut menjadi operasi militer yang lebih luas.

Pemerintah AS sendiri berharap gencatan senjata yang akan berakhir dalam waktu 48 jam ke depan dapat diperpanjang, sekaligus membuka jalan bagi kelanjutan dialog diplomatik antara kedua negara.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:04
01:11
00:46
07:59
01:33
04:55

Viral