Pemkab Pati Ambil LangKah Tegas Tutup Ponpes Buntut Kasus Dugaan Pencabulan
Pati, tvOnenews.com - Pemerintah Kabupaten Pati merekomendasikan penutupan Pondok Pesantren Dolo Kusumo menyusul dugaan kasus kekerasan seksual terhadap santriwati yang melibatkan pengasuh pesantren.
Keputusan tersebut diambil setelah koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Kementerian Agama setempat. Ponpes yang memiliki total 252 santri dari jenjang RA, MI, SMP hingga MA itu diminta menghentikan seluruh aktivitas penerimaan peserta didik baru pada tahun ajaran berjalan.
Selain penutupan sementara, pemerintah daerah juga menetapkan pemisahan tempat tinggal antara pengasuh dan santri sebagai langkah mitigasi.
Otoritas setempat turut mendorong agar penutupan lembaga dilakukan secara permanen guna mencegah kejadian serupa terulang.
Dari total santri, sebanyak 112 merupakan santriwati. Sebagian di antaranya telah dipulangkan ke keluarga masing-masing, sementara lainnya dipersiapkan untuk dipindahkan ke lembaga pendidikan lain melalui koordinasi dengan pondok pesantren lain di wilayah tersebut.
Untuk siswa kelas 6 MI yang tengah menjalani ujian akhir semester, kegiatan belajar tetap dilanjutkan di lokasi dengan pengawasan ketat dari guru dan pihak Kementerian Agama.
Adapun siswa dari kelas 1 hingga 5 serta tingkat SMP dan MA diberikan opsi mengikuti pembelajaran secara daring atau pindah ke sekolah lain.
Penanganan ini dilakukan untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan sekaligus memberikan perlindungan kepada para santri di tengah proses hukum yang sedang berlangsung.