news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Pemerintah akan Audit Dapur SPPG

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:17 WIB
Reporter:

Jakarta, tvOnenews.com - Pemerintah menegaskan akan segera melakukan audit terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam program makan bergizi gratis. 

Langkah tersebut dilakukan setelah ditemukan sejumlah fasilitas dapur yang dinilai tidak memenuhi standar kebersihan dan kesehatan.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyampaikan hal itu usai melakukan inspeksi mendadak ke beberapa dapur SPPG di Jakarta Barat.

Dalam sidak tersebut, Dudung menemukan sejumlah persoalan seperti area dapur yang kotor, keberadaan belatung, penggunaan palet yang tidak sesuai standar higienis, hingga fasilitas pencucian yang dianggap tidak layak.

Menurutnya, kualitas program makan bergizi gratis tidak hanya ditentukan oleh bahan makanan, tetapi juga oleh kondisi tempat pengolahan yang harus memenuhi standar kesehatan dan sanitasi.
Pemerintah meminta pengelola dapur segera melakukan perbaikan dalam waktu dekat. 

Dudung menegaskan dapur yang tidak mampu memenuhi standar akan ditutup dan kerja samanya dapat diputus.

Ia juga menyoroti pentingnya penerapan prosedur sterilisasi bagi petugas dapur, termasuk penggunaan alat pelindung diri saat mengolah makanan untuk menjaga keamanan pangan dalam program tersebut.

Program makan bergizi gratis menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Karena itu, pemerintah menilai standar kebersihan dan keamanan pangan harus diterapkan secara ketat agar tidak menimbulkan risiko kesehatan.

Audit terhadap dapur SPPG akan dilakukan untuk memastikan seluruh penyedia layanan memenuhi standar operasional yang telah ditetapkan pemerintah. 

Pemeriksaan juga mencakup kelayakan fasilitas, proses pengolahan makanan, kebersihan lingkungan, serta distribusi makanan kepada penerima manfaat.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
05:11
01:38
03:33
22:38
01:15

Viral