Jemaah Indonesia Bersiap Jalani Puncak Ibadah Haji di Arafah
Jakarta, tvOnenews.com - Jutaan jemaah haji dari berbagai negara mulai menjalani wukuf di Padang Arafah, Arab Saudi, pada Selasa (26/5/2026).
Wukuf yang berlangsung sejak masuk waktu zuhur hingga matahari terbenam menjadi puncak sekaligus rukun utama ibadah haji yang menentukan sah atau tidaknya pelaksanaan haji seseorang.
Tahun ini, sekitar 221 ribu jemaah haji Indonesia turut mengikuti prosesi tersebut bersama jutaan umat Muslim lain dari seluruh dunia.
Suasana khusyuk terlihat di kawasan Arafah sejak pagi hari. Kalimat talbiah terus dikumandangkan para jemaah yang telah menempati tenda-tenda dan markas sesuai pembagian kelompok masing-masing.
Sebagian jemaah memilih beristirahat untuk menjaga kondisi fisik di tengah cuaca panas Arab Saudi, sementara lainnya mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an, berzikir, dan berdoa menjelang dimulainya prosesi wukuf.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyiagakan ribuan petugas di berbagai titik untuk membantu jemaah, khususnya kelompok lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah berisiko tinggi.
Tahun ini pemerintah mengusung konsep “haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan” dalam pelayanan jemaah Indonesia.
Petugas membantu pengaturan arus masuk ke tenda, distribusi konsumsi, hingga pelayanan kesehatan selama fase Armuzna berlangsung.
Tenda-tenda di Arafah dilengkapi fasilitas penunjang seperti karpet, kasur, bantal, selimut, pendingin ruangan, air minum, dan makanan siap santap.
Selain itu, sekitar 1.200 tenaga kesehatan disiagakan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arafah dan Mina guna mengantisipasi jemaah yang mengalami kelelahan, dehidrasi, atau gangguan kesehatan lain akibat suhu ekstrem yang dapat mencapai lebih dari 40 derajat Celsius.
Pimpinan Redaksi Lalu Mara Satriawangsa yang turut berada di Arafah mengatakan pelaksanaan ibadah haji tahun ini mengalami banyak perubahan dibanding dua dekade lalu.
Ia menilai pemerintah Arab Saudi kini melakukan penataan yang jauh lebih baik, terutama dari sisi fasilitas tenda berpendingin udara, sistem pendingin di area terbuka, serta pengaturan pergerakan jemaah untuk mengurangi risiko kepadatan dan cuaca panas.
Setelah prosesi wukuf selesai, para jemaah akan bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit sebelum melanjutkan perjalanan ke Mina guna menjalankan lempar jumrah.
Pemerintah Indonesia berharap seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar di tengah tingginya jumlah jemaah yang hadir dari berbagai negara.