Israel Kembali Menyerang Bangunan Didekat Rumah Sakit Di Lebanon Selatan, 13 Orang Terluka
Jakarta, tvOnenews.com - Situasi keamanan di Lebanon dilaporkan kembali memburuk di tengah berlanjutnya konflik yang terjadi di negara tersebut.
Seorang warga negara Indonesia (WNI) yang bermukim di Lebanon, Tya Gustiasih, mengungkapkan bahwa serangan masih terus berlangsung meskipun sebelumnya telah diumumkan adanya gencatan senjata.
Menurut Tya, sejumlah wilayah, termasuk kawasan Beirut dan Dahiyeh, kembali berada dalam kondisi siaga setelah muncul peringatan terkait potensi serangan.
Situasi tersebut memicu gelombang perpindahan warga yang meninggalkan kawasan permukiman menuju daerah yang dianggap lebih aman.
Ia menjelaskan bahwa lalu lintas di sejumlah wilayah mengalami kepadatan akibat banyaknya warga yang melakukan evakuasi mandiri. Kondisi tersebut berbeda dengan beberapa waktu terakhir ketika situasi di Beirut relatif lebih tenang meski belum sepenuhnya aman.
Tya mengatakan wilayah Lebanon bagian selatan menjadi daerah yang paling terdampak konflik. Banyak fasilitas publik, termasuk sekolah dan layanan kesehatan, tidak lagi beroperasi secara normal.
Sejak awal konflik, sebagian besar sekolah di kawasan tersebut telah ditutup dan warga memilih mengungsi ke daerah lain.
Selain berdampak pada aktivitas pendidikan, konflik juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada berbagai infrastruktur sipil.
Sejumlah rumah penduduk, fasilitas kesehatan, hingga bangunan bersejarah dilaporkan terdampak akibat serangan yang terjadi selama beberapa bulan terakhir.
Pemerintah Lebanon, kata Tya, terus berupaya mencari dukungan dari komunitas internasional untuk membantu menghentikan konflik yang berlangsung.
Namun hingga kini, situasi keamanan di sejumlah wilayah masih belum menunjukkan tanda-tanda membaik secara signifikan.
Meski tinggal di wilayah utara yang relatif jauh dari area konflik utama, Tya mengaku suasana tetap terasa mencekam. Aktivitas militer masih kerap terdengar dan membuat warga terus meningkatkan kewaspadaan.
Terkait jumlah korban, Tya menyebut korban jiwa dan luka-luka terus bertambah sejak konflik berlangsung. Rumah sakit di sejumlah wilayah dilaporkan menghadapi tekanan akibat meningkatnya jumlah korban yang membutuhkan perawatan, sementara kebutuhan logistik dan medis juga semakin meningkat.
Hingga saat ini, ribuan warga dilaporkan telah mengungsi dari wilayah-wilayah yang terdampak konflik untuk mencari tempat yang lebih aman di berbagai daerah di Lebanon.