Pemerintah Bakal Gelontorkan Stimulus Ekonomi Semester II Senilai Rp26,34 Triliun
Jakarta, tvOnenews.com – Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026.
Berbagai program insentif dan bantuan sosial akan digulirkan guna menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung aktivitas dunia usaha.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan stimulus tersebut mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari transportasi, ketenagakerjaan, hingga bantuan pangan.
Dalam paket kebijakan tersebut, pemerintah akan memberikan berbagai insentif, antara lain tarif khusus transportasi, program insentif selama masa libur sekolah, insentif menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta insentif untuk impor LPG dan bahan baku plastik guna mendukung sektor industri.
Di bidang ketenagakerjaan, pemerintah kembali membuka program magang mulai Juli 2026 yang ditargetkan menjangkau sekitar 150.000 peserta.
Selain itu, program pelatihan vokasi juga akan diberikan kepada sekitar 220.000 lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan 50.000 pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Pemerintah berharap program tersebut dapat meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus memperluas peluang kerja di tengah tantangan ekonomi global.
Sementara itu, bantuan sosial tetap menjadi komponen terbesar dalam paket stimulus. Pemerintah melanjutkan program bantuan pangan yang akan diberikan kepada 33,24 juta penerima manfaat selama tiga bulan.
Berdasarkan rincian yang disampaikan pemerintah, alokasi stimulus terdiri atas insentif transportasi sebesar Rp2,04 triliun, program magang dan pelatihan vokasi sebesar Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan sebesar Rp18,04 triliun.
Melalui berbagai program tersebut, pemerintah berharap konsumsi rumah tangga tetap terjaga, aktivitas ekonomi terus bergerak, dan daya tahan masyarakat terhadap tekanan ekonomi dapat semakin kuat pada paruh kedua tahun 2026.