news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Rasa Trauma Masih Membekas di Korban Gempa NTT

Selasa, 25 Agustus 2026 - 15:31 WIB
Reporter:

Flores, tvOnenews.com - Pemerintah terus mempercepat penanganan pascagempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026).

Fokus penanganan mencakup pemenuhan kebutuhan dasar warga, pelayanan kesehatan, hingga pemulihan akses dan infrastruktur yang terdampak.

Gempa yang berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo tersebut terjadi pada pukul 04.58 WIB dengan kedalaman sekitar 15 kilometer. BMKG menyebut gempa dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust dan sempat memicu peringatan dini tsunami.

Berdasarkan pemutakhiran data BNPB per Minggu, 23 Agustus 2026, gempa tersebut menyebabkan 91 orang meninggal dunia dan 1.286 orang mengalami luka-luka. Data korban terus diperbarui seiring proses pendataan di lapangan.

Pemerintah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026. Penetapan tersebut bertujuan mempercepat pengerahan sumber daya serta koordinasi penanganan di wilayah terdampak.

Di sektor kesehatan, tim medis dan rumah sakit lapangan dikerahkan untuk memastikan pelayanan kepada korban tetap berjalan. 

Pemerintah juga mengaktifkan sejumlah fasilitas kesehatan untuk menangani warga terdampak, termasuk korban yang mengalami luka akibat tertimpa material bangunan.

Pemulihan akses menjadi perhatian lain dalam masa tanggap darurat. Sejumlah ruas jalan nasional yang sempat terganggu akibat gempa mulai dibersihkan agar kembali dapat dilalui masyarakat serta mendukung distribusi bantuan ke wilayah terdampak.

Meski penanganan terus berjalan, sejumlah warga masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Salah satunya warga Dusun Kaburea, Desa Tendakinde, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo.

Kondisi pengungsian turut menimbulkan persoalan kesehatan, terutama bagi anak-anak. Suhu dingin pada malam hari serta banyaknya nyamuk membuat sebagian anak mengalami keluhan kesehatan dan kesulitan tidur.

Warga mengaku telah meminta bantuan obat kepada tenaga kesehatan yang berada di lokasi. Namun, sebagian keluhan belum menunjukkan perubahan sehingga warga berharap pelayanan kesehatan bagi pengungsi terus diperkuat.

Pemerintah kini tidak hanya berupaya memastikan keselamatan warga selama masa tanggap darurat, tetapi juga memulihkan layanan publik dan akses infrastruktur agar kehidupan masyarakat terdampak dapat kembali berjalan secara bertahap.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:01
02:16
01:22
22:18
05:11
05:18

Viral