Penjual dan Pembeli Keluhkan Kenaikan Harga Daging Ayam
Tegal, tvOnenews.com - Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kota Tegal, Jawa Tengah, terus mengalami kenaikan. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp33.000 hingga Rp35.000 per kilogram kini mencapai Rp45.000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut dikeluhkan pedagang dan pembeli, terutama ibu rumah tangga yang harus mengatur kembali anggaran belanja harian.
Pedagang mengaku lonjakan harga ayam turut berdampak terhadap penjualan. Mahalnya harga membuat sebagian pembeli mengurangi jumlah pembelian sehingga omzet pedagang disebut turun hingga 50 persen.
Kenaikan harga salah satunya dipicu berkurangnya pasokan ayam potong dari peternak lokal. Untuk memenuhi kebutuhan pasar, pemasok kemudian mendatangkan ayam dari luar daerah, seperti Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat.
Kondisi tersebut membuat harga jual di tingkat pedagang ikut meningkat. Pedagang berharap pasokan ayam potong kembali normal sehingga harga dapat turun dan daya beli masyarakat kembali meningkat.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kemarau ekstrem membuat debit Sungai Silugonggo di Kecamatan Juwana menyusut hingga sebagian alirannya mengering.
Kondisi tersebut membuat ikan sapu-sapu yang selama ini hidup di dasar sungai bermunculan ke permukaan. Fenomena itu kemudian dimanfaatkan warga untuk menangkap ikan tersebut secara gratis.
Sebagian hasil tangkapan dijual kepada pengepul, sedangkan sebagian lainnya digunakan sebagai pakan ikan lele.
Warga diimbau tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu yang ditangkap dari sungai tersebut. Ikan ini dikenal hidup di perairan dengan kualitas buruk dan berpotensi terpapar berbagai bahan pencemar.
Kemarau ekstrem yang melanda wilayah tersebut tidak hanya berdampak terhadap aktivitas masyarakat, tetapi juga mengubah kondisi ekosistem Sungai Silugonggo.