24 Jam Sempat Ditutup, Jalan Utama Solok-Padang Sudah Bisa Dilalui
Solok, tvOnenews.com - Tim SAR gabungan menemukan satu korban banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan di aliran Sungai Koto Gaek, Selasa (22/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB.
Kepala Kantor SAR Padang Abdul Malik mengatakan korban ditemukan tim SAR gabungan bersama masyarakat saat melakukan penyisiran aliran sungai. Jenazah kemudian dievakuasi untuk menjalani proses identifikasi karena identitas korban belum dapat dipastikan.
Penemuan tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam pencarian dua warga yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah galodo menerjang Kabupaten Solok pada Senin (21/9/2026) malam. Hingga Rabu (23/9/2026), satu korban lainnya masih dalam pencarian.
Galodo menerjang kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Solok. Material berupa lumpur, batu, kayu, dan air menerjang Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok serta sejumlah permukiman.
Berdasarkan pendataan BPBD hingga Selasa (22/9/2026), bencana tersebut menyebabkan empat warga mengalami luka-luka. Sebanyak 11 kantor pemerintahan terdampak, 28 kendaraan rusak, dan 32 warga dari sembilan kepala keluarga mengungsi.
Kerusakan cukup parah terlihat di sejumlah kantor pemerintahan. Material galodo masuk ke dalam bangunan dan memenuhi ruangan dengan lumpur, batu, serta kayu. Gedung Dinas PUPR menjadi salah satu bangunan yang mengalami kerusakan berat.
Sementara itu, akses jalan utama Padang-Solok yang sempat tertutup material galodo mulai kembali dibuka secara bertahap. Petugas gabungan membersihkan lumpur, batu, dan kayu yang menutupi badan jalan menggunakan peralatan manual maupun alat berat.
Tim SAR gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan. Penyisiran difokuskan di sepanjang aliran sungai dan jalur yang diduga menjadi lintasan material galodo. Kondisi cuaca serta ketebalan material lumpur masih menjadi kendala dalam proses pencarian.
Pemerintah mengimbau masyarakat di wilayah terdampak tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir susulan maupun longsor.