- tim tvone - tim tvone
Arus Logistik Meningkat, Merauke Butuh Depo Peti Kemas di Luar Pelabuhan
Menurut Julivan, KSOP bersama Pelindo, pemerintah daerah, perusahaan pelayaran, serta pelaku usaha Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) kini memperkuat koordinasi. Fokus utama adalah menyiapkan depo peti kemas di luar pelabuhan agar aktivitas stuffing dan stripping dapat dipindahkan ke luar pelabuhan. Dengan demikian, kapasitas lapangan penumpukan di dalam pelabuhan dapat dioptimalkan untuk mempercepat proses bongkar muat dari dan ke kapal.
“Walaupun luasnya 1,5 hektar, yang bisa berfungsi optimal untuk lapangan penumpukan hanya sekitar 1 sampai 1,2 hektar,” kata Julivan dalam rapat bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) belum lama ini.
Direktur PT Berkah Mutiara Laut, Suroso menyebut tantangan ke depan semakin besar manakala pabrik tebu sudah beroperasi. Disitulah aktivitas distribusi logistik di Papua Selatan diuji.
Menurutnya, pembangunan depo peti kemas bukan semata soal penambahan lahan, melainkan tentang memastikan rantai pasok masyarakat tetap terjaga. Lokasi ideal depo peti kemas tidak jauh dari pelabuhan agar mobilitas tetap efisien.
Jarak maksimal yang dinilai masih rasional sekitar tiga kilometer dari dermaga. Pertimbangan ini berkaitan dengan jalan darat di Merauke yang tidak bisa dilewati kontainer.
“Di tengah pertumbuhan arus barang dan ambisi pembangunan kawasan, kesiapan infrastruktur pelabuhan menjadi kunci agar Merauke benar-benar mampu menopang denyut ekonomi Papua Selatan,” katanya.
PT Pelindo Terminal Petikemas selaku operator terminal peti kemas di Pelabuhan Merauke mencatat pertumbuhan peti kemas yang cukup signifikan. Dalam 2 tahun terakhir, pertumbuhan arus peti kemas mencapai 14 persen.
Terminal Head TPK Merauke Muhammad Rasul Irmadani mengatakan arus peti kemas pada tahun 2025 tercatat sebanyak 52.715 TEUs atau tumbuh sekitar 14 persen dari tahun 2024 yang tercatat sebanyak 46.429 TEUs. Demikian halnya arus tahun 2024 tersebut juga tumbuh 14 persen dari tahun 2023 yang tercatat sebanyak 40.671 TEUs.
Pihaknya menyebut telah melakukan beberapa upaya untuk peningkatan kapasitas di Pelabuhan Merauke, salah satunya perbaikan dan penataan lapangan penumpukan. Penggunaan lapangan penumpukan untuk kegiatan stripping dan stuffing menjadikan yard occupancy ratio (YOR) atau tingkat keterisian lapangan penumpukan mencapai rata-rata 75 persen. Dengan keberadaan depo di luar pelabuhan, YOR dapat ditekan menjadi rata-rata 40 persen.