news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Literasi Film Indonesia Tertinggal Kampus Didorong Perbaiki Literasi Film Nasional, Jadi Garda Edukasi Baru.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Literasi Film Indonesia Tertinggal? Kampus Didorong Perbaiki Literasi Film Nasional, Jadi Garda Edukasi Baru

Kampus sebagai pusat intelektual memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran tersebut. Perguruan tinggi dituntut mengintegrasikan literasi film ke dalam kurikulum
Rabu, 29 April 2026 - 23:47 WIB
Reporter:
Editor :

Riset, Data Film, dan Peluang Magang Mahasiswa

Kolaborasi ini juga membuka akses luas bagi mahasiswa dan dosen terhadap basis data perfilman nasional milik LSF RI. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk penelitian akademik, termasuk penyusunan disertasi dan publikasi ilmiah bereputasi.

Ketua LSF RI, Naswardi, menekankan pentingnya keterlibatan kampus dalam edukasi publik. “Literasi menonton tidak mungkin hanya LSF RI yang menyosialisasikan kepada masyarakat. Kami ingin kolaborasi Tridharma agar kampus menjadi garda terdepan edukasi klasifikasi usia penonton,” ujarnya.

Selain itu, mahasiswa kini memiliki peluang magang di LSF RI dengan sistem honorarium. Ini menjadi nilai tambah karena memberikan pengalaman praktis sekaligus apresiasi terhadap kontribusi mahasiswa.

Sebelumnya, kerja sama ini telah menghasilkan riset konkret, seperti kajian desain narasi visual dokumenter kuliner “Kisarasa” di platform YouTube. Ini menunjukkan bahwa literasi film tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dalam konteks industri kreatif digital.

Salah satu fokus penting dalam kolaborasi ini adalah penguatan budaya sensor mandiri di masyarakat. Melalui program pengabdian, UMB akan bersinergi dengan komunitas Sahabat Sensor Mandiri binaan LSF RI untuk memperluas edukasi hingga ke tingkat akar rumput.

Pendekatan ini sejalan dengan tren global. Di negara seperti Australia dan Kanada, kampanye literasi media berbasis komunitas terbukti efektif meningkatkan kesadaran publik terhadap konten yang sesuai usia.

Di Indonesia, langkah ini menjadi semakin relevan mengingat rendahnya kesadaran masyarakat terhadap klasifikasi usia. Kampus diharapkan menjadi pusat edukasi yang mampu menjembatani kesenjangan tersebut.

Dengan pembaruan ini, kampus tidak lagi sekadar mitra administratif, tetapi bertransformasi menjadi aktor aktif dalam membentuk generasi yang kritis, selektif, dan bertanggung jawab dalam mengonsumsi film.

Kolaborasi dengan Lembaga Sensor Film Republik Indonesia pun menjadi contoh bahwa literasi film bukan hanya isu industri, melainkan bagian dari ekosistem pendidikan yang lebih luas, membentuk budaya menonton yang sehat di era digital. (udn)
 

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:54
06:32
01:03
01:19
02:05
05:39

Viral