- Gambar ilustrasi AI
Pentingnya Perlindungan Jaminan Sosial Pekerja Formal dan Informal, Apa Tantangan Terbesarnya?
tvOnenews.com - Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kini menjadi salah satu isu penting di banyak negara, terutama di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat.
Tidak hanya soal upah, pekerja modern juga mulai menuntut kepastian perlindungan kesehatan, jaminan kecelakaan kerja, hingga keamanan ekonomi saat menghadapi risiko kehilangan pekerjaan.
Di sejumlah negara maju, sistem perlindungan tenaga kerja bahkan menjadi indikator penting dalam mengukur kualitas kesejahteraan masyarakat.
Negara-negara seperti Jerman, Jepang, dan Swedia dikenal memiliki sistem jaminan sosial pekerja yang kuat. Di Jerman misalnya, perusahaan wajib memberikan perlindungan asuransi sosial bagi pekerja yang mencakup kesehatan, pensiun, hingga pengangguran.
Sementara di Jepang, perlindungan tenaga kerja menjadi bagian penting dalam menjaga produktivitas industri dan stabilitas ekonomi. Organisasi Buruh Internasional (ILO) juga menilai jaminan sosial memiliki peran besar dalam menekan angka kemiskinan pekerja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara jangka panjang.
Di Indonesia, kesadaran terhadap pentingnya perlindungan tenaga kerja juga terus meningkat. Pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan mendorong perusahaan memperluas kepesertaan jaminan sosial, termasuk bagi pekerja informal dan kelompok rentan.
Dalam konteks ini, penghargaan Paritrana Award menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap perusahaan dan institusi yang dinilai memiliki komitmen terhadap perlindungan pekerja.
Salah satu perusahaan yang menerima penghargaan Paritrana Award 2025 adalah Daikin Airconditioning Indonesia. Penghargaan tersebut diberikan BPJS Ketenagakerjaan kepada pemerintah daerah, badan usaha, dan UKM yang dinilai aktif mendukung perlindungan jaminan sosial tenaga kerja.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Muhaimin Iskandar selaku Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia dalam acara di kantor pusat BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, pada 8 Mei 2026.
Paritrana Award sendiri tidak diberikan secara instan. Proses seleksi dilakukan berjenjang mulai dari tingkat provinsi hingga nasional dengan sejumlah indikator penilaian, seperti kepatuhan administrasi, inovasi program perlindungan pekerja, perluasan cakupan kepesertaan, serta perhatian terhadap pekerja rentan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa perlindungan tenaga kerja kini tidak lagi dipandang sekadar kewajiban administratif perusahaan, tetapi mulai menjadi bagian dari praktik bisnis berkelanjutan.
Direktur Daikin Airconditioning Indonesia, Budi Mulia, mengatakan penghargaan tersebut mencerminkan upaya perusahaan dalam menjadikan perlindungan tenaga kerja sebagai bagian penting dari operasional bisnis.
Salah satu persoalan utama dalam sistem ketenagakerjaan Indonesia adalah masih besarnya jumlah pekerja informal dan kelompok rentan yang belum sepenuhnya terlindungi jaminan sosial.
Berdasarkan berbagai laporan ketenagakerjaan nasional, jutaan pekerja sektor informal seperti pengemudi, pekerja harian, asisten rumah tangga, hingga pelaku usaha kecil masih menghadapi keterbatasan akses terhadap perlindungan kerja dan jaminan kesehatan.
Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan mendorong program SERTAKAN atau Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda. Program ini dirancang agar perusahaan maupun individu ikut berkontribusi memberikan perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan di lingkungan sekitar.
Dalam implementasinya, perusahaan penerima penghargaan Paritrana Award juga dinilai berdasarkan kontribusinya terhadap perluasan perlindungan pekerja informal.
Sepanjang 2025, perusahaan tersebut tercatat ikut mendukung perlindungan jaminan sosial bagi 24.802 pekerja rentan di berbagai sektor.
Selain itu, perusahaan juga disebut mewajibkan mitra subkontraktor mendaftarkan tenaga kerjanya ke program BPJS Ketenagakerjaan. Langkah seperti ini mulai banyak diterapkan sebagai bagian dari upaya memperluas cakupan perlindungan pekerja di rantai bisnis.
Dalam beberapa tahun terakhir, perlindungan tenaga kerja mulai dipandang sebagai bagian penting dari prinsip keberlanjutan perusahaan atau sustainability. Tidak hanya fokus pada keuntungan bisnis, perusahaan juga mulai dituntut memperhatikan aspek kesejahteraan pekerja dan dampak sosial dari aktivitas operasionalnya.
- laman resmi
Di banyak negara maju, perusahaan dengan sistem perlindungan pekerja yang baik cenderung memiliki tingkat loyalitas dan produktivitas tenaga kerja lebih tinggi. Hal ini karena pekerja merasa memiliki rasa aman dalam bekerja.
Di Indonesia, tantangan terbesar masih terletak pada perluasan perlindungan bagi pekerja informal dan sektor usaha kecil yang jumlahnya sangat besar. Kesadaran perusahaan untuk memastikan pekerja dan mitra kerjanya memperoleh jaminan sosial dinilai menjadi langkah penting untuk memperkuat sistem perlindungan tenaga kerja nasional.
Pengamat ketenagakerjaan menilai penghargaan seperti Paritrana Award dapat menjadi instrumen untuk mendorong perusahaan lebih aktif memperhatikan kesejahteraan pekerja, terutama di tengah kondisi ekonomi dan dunia kerja yang terus berubah cepat. (udn)