- Istimewa
Penggunaan Teknologi DNA Dinilai Langkah Penting Penegakan Hukum di Indonesia
Dalam penelitiannya, Bachtiar turut mendorong penguatan infrastruktur forensik nasional melalui pembangunan laboratorium regional, penambahan tenaga ahli DNA, hingga dukungan anggaran pemeriksaan DNA untuk perkara pidana tertentu.
Ia juga mengusulkan pembentukan database DNA nasional guna membantu proses identifikasi pelaku kejahatan secara lebih cepat dan efektif.
Meski demikian, kata Bachtiar, sistem tersebut harus berada di bawah pengawasan lembaga independen demi menjaga hak privasi masyarakat.
“Di era modern saat ini, penegakan hukum dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan adil. Kehadiran teknologi DNA menjadi simbol perubahan besar dalam sistem pembuktian hukum pidana Indonesia,” tuturnya.
Adapun sidang promosi doktor tersebut di Ketuai Wakil Rektor Rudi Bratamanggala, Faisal Santiago sebagai promotor, Tina Amelia, KMS Herman, dan Kuswandi sebagai anggota penguji, serta penguji dari luar institusi Henny Nuraeny.(raa)