- Laman resmi Kejaksaan
Lelang Aset Negara Raup Hampir Rp1 Triliun, Ini Pentingnya Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel
Pelaksanaan BPA Fair 2026 menjadi salah satu contoh implementasi pemulihan aset berbasis transparansi. Kegiatan yang berlangsung sejak 18 hingga 21 Mei 2026 itu berhasil menarik lebih dari 1.900 pengunjung dan 1.700 peserta lelang dari berbagai daerah.
Kepala Badan Pemulihan Aset, Kuntadi, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berjalan lancar berkat kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan dan sejumlah lembaga terkait.
Berdasarkan data rekapitulasi, terdapat 308 unit aset yang dilelang dan sebanyak 300 unit berhasil terjual. Nilai total limit aset laku mencapai Rp922,2 miliar, sementara kenaikan harga hasil lelang tercatat sebesar Rp74,7 miliar. Dengan demikian, total hasil lelang mencapai Rp997.479.436.080.
Menariknya, salah satu aset yang paling banyak diminati adalah motor Harley Davidson Road Glide yang mencatat kenaikan harga tertinggi hingga 930,86 persen dengan jumlah peserta mencapai 349 orang.
Selain kendaraan dan aset sitaan lainnya, kegiatan ini juga menghadirkan karya seni lukis dan instrumen musik sebagai objek lelang. Langkah tersebut menunjukkan bahwa aset budaya juga dapat memiliki nilai investasi sekaligus kontribusi ekonomi bagi negara.
Keberhasilan lelang aset negara tidak hanya diukur dari besarnya angka transaksi, tetapi juga dari tingkat transparansi pelaksanaannya. Sistem lelang terbuka dinilai mampu mencegah praktik penyalahgunaan aset sitaan sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat.
Dalam praktik global, tata kelola aset yang baik biasanya mencakup pelacakan aset, penyimpanan yang aman, penilaian independen, hingga proses pelelangan yang dapat diawasi publik. Hal serupa mulai diperkuat di Indonesia agar pemulihan aset benar-benar berjalan profesional dan akuntabel.
Lonjakan hasil lelang hingga 481 persen dibanding pelaksanaan lelang konvensional menjadi indikator meningkatnya efektivitas sistem yang diterapkan. Pemerintah berharap mekanisme seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai salah satu solusi optimalisasi pendapatan negara.
Acara penutupan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Ketua Komisi Kejaksaan RI Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, Plt. Wakil Jaksa Agung, Para Jaksa Agung Muda, Kepala Badiklat Kejaksaan RI, Plt. Direktur Jenderal Kekayaan Negara Kementerian Keuangan Dr. Rahayu Puspasari, Chief Operating Officer Danantara Donny Oskaria, serta jajaran Direksi Bank Himbara. BPA Fair 2026 turut didukung oleh maitra strategis yaitu PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Pt Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Mineral Industri Indonesia (Persero), Pt Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.