- Ist
Bukan Cuma Diskon, Strategi Kolaborasi Lifestyle dan Kuliner Kini Jadi Cara Baru Menarik Wisatawan
Selain itu, kemudahan proses penukaran benefit membuat pelanggan lebih tertarik memanfaatkan program tersebut. Penumpang hanya perlu menunjukkan boarding pass untuk mendapatkan berbagai fasilitas tambahan, mulai dari potongan harga hingga akses fasilitas tertentu.
Dampak Positif untuk Pelaku Bisnis Kuliner dan Wisata
Bagi pelaku usaha, kolaborasi ini ternyata memberi dampak yang cukup signifikan. Selain meningkatkan exposure brand, program seperti ini juga membantu mendatangkan pelanggan baru sekaligus menciptakan repeat customer.
Hal serupa dirasakan Eksposed Cafe Makassar yang berada di kawasan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar. Pemilik PT Arumahira Kuliner Indonesia, Riska Namirah, mengatakan banyak pelanggan memberikan respons positif karena benefit dapat langsung digunakan bahkan sebelum penerbangan berlangsung.
Menurutnya, pelanggan cukup menunjukkan boarding pass untuk memperoleh potongan harga di outlet. Strategi sederhana tersebut ternyata efektif meningkatkan awareness pelanggan terhadap layanan yang tersedia.
Di banyak negara, konsep kolaborasi seperti ini memang menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi wisata.
Di Korea Selatan misalnya, maskapai dan pusat kuliner lokal bekerja sama untuk mempromosikan makanan khas daerah kepada wisatawan domestik maupun internasional. Strategi tersebut terbukti mampu meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata non-prioritas sekaligus memperkuat UMKM lokal.
Pengamat industri pariwisata juga menilai pola kerja sama lintas sektor akan semakin penting di era wisata modern. Wisatawan saat ini tidak hanya mencari transportasi murah, tetapi juga pengalaman perjalanan yang praktis, nyaman, dan memiliki nilai tambah.
Pengalaman Perjalanan Kini Jadi Nilai Utama
Perubahan perilaku konsumen membuat industri pariwisata bergerak ke arah experience economy atau ekonomi berbasis pengalaman. Dalam konsep ini, pelanggan lebih menghargai pengalaman unik dibanding sekadar produk atau layanan standar.
Karena itu, banyak maskapai mulai membangun kolaborasi dengan sektor lifestyle, kuliner, hiburan, hingga ekonomi kreatif untuk memperkuat pengalaman pelanggan selama perjalanan.
Program seperti PASplus yang melibatkan Pelita Air menjadi salah satu contoh bagaimana sektor penerbangan dapat terhubung dengan bisnis lokal di berbagai daerah. Tidak hanya memberikan benefit tambahan bagi pelanggan, model kolaborasi ini juga membantu memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal.