- Istimewa
Sokong Percepatan Akses Masyarakat Aceh Pasca Bencana, Delapan Unit Huntap Dibangun
Aceh, tvOnenews.com - Bantuan kemanusiaan senilai total Rp660 juta yang dialokasikan khusus untuk pembangunan delapan unit hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor di Bireuen, Aceh.
Bantuan unit huntap ini ditujukan untuk mempercepat ketersediaan akses tempat tinggal yang aman dan layak pada fase pemulihan pasca bencana.
Penyaluran pendanaan strategis ini direalisasikan melalui kolaborasi operasional lintas sektor antara institusi keuangan Permata Bank Syariah bersama lembaga filantropi DT Peduli.
Group Head Sharia Business Unit Permata Bank, Muhammed Pinto mengatakn bahwa realisasi proyek hunian tetap ini merupakan bentuk pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sipil yang terdesak.
“Delapan unit rumah ini ditargetkan mampu berfungsi sebagai fondasi awal bagi warga Bireuen untuk kembali beraktivitas secara normal dan mandiri. Program ini kami arahkan untuk menciptakan dampak pemulihan yang terasa langsung di lokasi krisis. Efektivitas penyaluran menjadi tolok ukur utamanya,” kata Pinto, Kamis (20/8/2026).
Sementara itu, Ketua UPZDK Permata Bank Syariah, Awaludin Gumbira turut menyorot tingginya urgensi akuntabilitas operasional.
Ia menyebut pihaknya bertekad untuk terus memperluas jaringan kolaborasi fungsional guna mengoptimalkan tingkat pemerataan distribusi bantuan kemanusiaan pada skala penanganan nasional.
“Kami memastikan setiap instrumen pendanaan publik diawasi secara terukur melalui sistem audit internal guna menjamin transparansi serta standar kepatuhan syariah. Langkah manajerial ini kami terapkan secara konsisten untuk menjaga integritas penyaluran dana kemanusiaan agar terdistribusi akurat kepada daftar penerima manfaat yang terverifikasi,” katanya.
Di sisi lain, Direktur Utama DT Peduli, Jajang Nurjaman menyatakan kesiapan infrastruktur lembaganya dalam mengawal tahapan konstruksi di lapangan.
Menurutnya keseluruhan alokasi dana tersebut diproyeksikan secara presisi untuk menjamin ketersediaan fasilitas rumah yang aman bagi para penyintas.
“Kami akan memastikan kelancaran teknis pembangunan fisik huntap di Bireuen ini agar mutlak memenuhi kualifikasi standar kelayakan hunian kebencanaan,” pungkasnya.(raa)