- ANTARA
Karhutla Kalimantan Jadi Sorotan, Banyak Hotspot Terdeteksi tapi Masyarakat Diminta Tak Panik
Kabut Asap Mulai Berdampak, Kesiapsiagaan Harus Diperkuat
Meski meminta masyarakat tidak panik, Gusti tidak menampik bahwa ancaman karhutla tetap harus diwaspadai. Dampaknya bahkan mulai terasa lintas wilayah. Ia menyoroti kondisi di Malaysia yang berada di Pulau Kalimantan, termasuk pemberitaan mengenai sekitar 600 sekolah yang diliburkan akibat kabut asap.
Di Kalimantan Barat, kabut asap juga sempat memengaruhi aktivitas penerbangan. Bandara Internasional Supadio Pontianak dilaporkan mengalami penundaan sejumlah penerbangan.
“Saya juga cek teman-teman. Saya pikir memang kebetulan anginnya ke arah sana. Kalbar juga kemarin di Supadio ada delay sebentar ya, ada kurang lebih 20 penerbangan,” katanya.
Menurut Gusti, kondisi tersebut harus menjadi dorongan untuk memperkuat kesiapan seluruh pihak. Ia mengapresiasi kedatangan Presiden Prabowo ke Kalimantan Barat untuk melihat langsung kondisi dan penanganan karhutla.
Dunia usaha juga dinilai telah melakukan langkah antisipasi. Pengusaha melalui Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) disebut telah mengeluarkan edaran dan mempersiapkan langkah pencegahan di lapangan.
Ancaman karhutla juga perlu dihadapi dengan mempertimbangkan kondisi El Nino yang dapat meningkatkan risiko kekeringan.
“Artinya apa? Risiko karhutla yang tinggi, betul, El Nino yang tinggi, itu kita lawan juga dengan kesiapan kita yang tinggi. Sehingga tidak panik. Karena kesannya kalau kita panik, kita sesama kita mencari kesalahan, kesalahan ini jadi saling salah,” ungkap dia.
Menurutnya, kepanikan justru berisiko mengganggu penanganan karena perhatian dapat bergeser menjadi saling menyalahkan.
OMC hingga Penegakan Hukum, Semua Pihak Harus Terlibat
Salah satu langkah yang dinilai penting adalah operasi modifikasi cuaca (OMC). Gusti mengatakan BMKG, TNI, dan Polri telah menyiapkan pesawat, sementara pendanaan dari Kementerian Sekretariat Negara disebut tersedia. Kendalanya, kondisi awan yang tipis membuat pelaksanaan OMC belum dapat berjalan optimal.
“Dan yang paling penting ini, penjelasan masyarakat bahwa operasi modifikasi cuaca, artinya apa? Kita lihat kesiapan BMKG, TNI, Polri, pesawat-pesawat sudah siap, pendanaan dari Kementerian Sekretariat Negara juga sudah siap, tapi karena awannya tipis ya, tipis sekali. Jadi ini juga perlu kita jelaskan,” katanya.