- ANTARA
Karhutla Kalimantan Jadi Sorotan, Banyak Hotspot Terdeteksi tapi Masyarakat Diminta Tak Panik
Gusti juga mendorong perguruan tinggi untuk mencari teknologi dan pendekatan baru dalam menghadapi karhutla. Menurutnya, penanganan tidak mungkin dibebankan kepada satu lembaga.
“Dan tentunya ini nggak bisa kerja satu institusi sendiri. Dan saya pikir juga media berperan untuk mengevaluasi ini. Kalau memang kejadiannya sengaja dibakar atau tidak melakukan SOP yang dilakukan, saya pikir penindakan hukum harus juga dilakukan,” ujarnya.
Pada saat yang sama, penegakan hukum tetap diperlukan apabila ditemukan pembakaran yang disengaja atau pelanggaran prosedur pencegahan.
Untuk menghadapi potensi karhutla dalam beberapa pekan mendatang, Gusti menilai pola kejadian berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya perlu menjadi dasar penyusunan strategi. OMC dapat menjadi salah satu pilihan, meski pelaksanaannya tetap bergantung pada kondisi atmosfer.
Selain pendekatan teknologi dan penanganan lapangan, ia mengajak masyarakat memanfaatkan pendekatan keagamaan serta kearifan lokal di tengah kekeringan.
“Ada hal yang terakhir mungkin karena sebagai umat beragama, bagi umat Islam, kita harus laksanakan shalat istisqa, minta hujanlah. Dan mungkin dari kearifan lokal, kearifan lokal, pahong-pahong hujan kita minta adakan. Mungkin ini ya, karena ini adalah bencana ya, jadi kita juga ada tangan-tangan Tuhan yang memang kita harapkan memberikan rahmat dan hidayah untuk kita menjaga lingkungan kita ini,” tuturnya.
Harapannya, seluruh elemen dapat bergerak bersama menghadapi ancaman karhutla, sembari memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat agar tetap waspada tanpa terjebak kepanikan. (udn)