news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Menara Internet.
Sumber :
  • Antara

Pembongkaran Menara Internet di Bali Dinilai Turunkan Kualitas Layanan Internet Masyarakat

Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi turut menyorot putusan Pengadilan Tinggi Bali terkait perintah pembongkaran menara telekomunikasi milik PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BTS) di Kabupaten Badung.
Selasa, 25 Agustus 2026 - 19:13 WIB
Reporter:
Editor :

Bali, tvOnenews.com - Direktur Eksekutif Information and Communication Technology (ICT) Institute, Heru Sutadi turut menyorot putusan Pengadilan Tinggi Bali terkait perintah pembongkaran menara telekomunikasi milik PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BTS) di Kabupaten Badung.

Hal itu tertuang dalam putusan banding Nomor 200/PDT/2026/PT DPS tanggal 20 Agustus 2026 dalam perkara antara Pemerintah Kabupaten Badung dan PT Bali Towerindo Sentra Tbk. 

Heru menilai pembongkaran menara tersebut dapat berpotensi menurunkan kualitas layanan telekomunikasi mulai dari penurunan kecepatan internet hingga munculnya wilayah tanpa layanan atau blank spot.

Bahkan, kata Heru, hal itu juga berpotensi meningkatkan beban trafik terutama di kawasan padat penduduk dan lokasi dengan trafik komunikasi tinggi.

“Pengurangan jumlah site dapat meningkatkan beban pada menara yang tersisa. Dampaknya bisa berupa penurunan kapasitas dan kecepatan, terutama pada wilayah padat dan jam sibuk,” kata Heru, Selasa (25/8/2026).

Berdasarkan informasi dalam Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Denpasar, Pengadilan Tinggi Bali menerima permohonan banding kedua pihak sekaligus memperbaiki amar putusan Pengadilan Negeri Denpasar Nomor 1372/Pdt.G/2025/PN Dps.

Heru menilai kualitas layanan bergantung sesuai menara yang dibongkar serta langkah jaringan operator melakukan penataan ulang. 

Menurutnya persoalan menjadi lebih serius apabila menara yang dibongkar memiliki peran penting dalam menjaga cakupan maupun kapasitas jaringan.

“Bisa saja, terutama jika menara yang dibongkar merupakan critical site dan belum tersedia pengganti. Dampaknya dapat berupa blank spot, sinyal melemah, throughput turun, dropped call dan gangguan komunikasi data,” ujarnya.

Ia memaparkan kebutuhan terhadap kepadatan site juga semakin penting dalam pengembangan jaringan 5G.

Menururnya karakteristik penggunaan frekuensi tertentu pada jaringan 5G membuat kebutuhan terhadap kepadatan jaringan menjadi lebih tinggi dibandingkan jaringan dengan cakupan yang lebih luas.

“Untuk 5G, kepadatan site semakin penting karena karakteristik frekuensi tertentu membutuhkan jaringan yang lebih rapat. Jadi kalau menara berkurang signifikan tanpa pengganti, yang pertama terasa masyarakat bukan selalu hilangnya sinyal, tetapi kualitas dan kecepatan layanan yang menurun,” katanya.

Karena itu, Heru meminta aspek kesinambungan layanan menjadi perhatian dalam pelaksanaan putusan.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:01
02:16
01:22
22:18
03:49
05:11

Viral