news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Lewat Program Ini, Sandiaga Uno Dorong Penciptaan Lapangan Kerja.
Sumber :
  • Istimewa

Lewat Program Ini, Sandiaga Uno Dorong Penciptaan Lapangan Kerja

Program Desa Emas (Desa Ekonomi Maju dan Sejahtera) mendorong pengembangan produk unggulan desa di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat melalui konsep One Village One Product (OVOP).
Selasa, 15 September 2026 - 22:40 WIB
Reporter:
Editor :

Kuningan, tvOnenews.com - Program Desa Emas (Desa Ekonomi Maju dan Sejahtera) mendorong pengembangan produk unggulan desa di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat melalui konsep One Village One Product (OVOP).

Program yang digagas Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek) bersama Yayasan Indonesia Setara (YIS) dengan dukungan pemerintah daerah tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperluas pasar produk lokal dan penciptaan lapangan kerja.

Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan Kabupaten Kuningan memiliki potensi sumber daya alam yang cukup beragam, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan hingga kehutanan.

Ketersediaan bahan baku tersebut menjadi modal bagi pelaku usaha untuk mengembangkan berbagai produk olahan.

Namun, sebagian komoditas lokal masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah atau olahan sederhana sehingga nilai tambah yang diperoleh pelaku usaha belum maksimal.

Pelaku usaha juga menghadapi sejumlah kendala, antara lain keterbatasan variasi produk turunan, pemanfaatan hasil sampingan atau limbah, serta metode pengawetan dan perpanjangan masa simpan produk.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Program Desa Emas menggelar pelatihan hilirisasi aneka produk di UPTD PLUT KUMKM Kuningan pada 10-11 September 2026.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat dan UMKM.

Pelatihan diarahkan untuk memperkuat kemampuan pelaku usaha dalam mengolah bahan baku lokal menjadi produk dengan nilai tambah dan daya saing yang lebih tinggi.

Sandiaga Uno mengatakan teknologi hilirisasi yang didukung riset harus dapat memberikan solusi praktis sehingga hasil penelitian dapat diterapkan langsung oleh kelompok usaha.

"Teknologi hilirisasi yang didampingi riset harus memberikan solusi praktis dan terintegrasi sehingga hasil riset dapat diimplementasikan langsung oleh kelompok usaha," ujar Sandiaga Uno, Selasa (15/9/2026).

Menurutnya, penerapan teknologi dan inovasi dapat membantu kelompok usaha menjadi lebih mandiri dan berdaya saing sekaligus membuka peluang penciptaan lapangan kerja baru.

Terpisah, General Manager Yayasan Inotek Dewi Suryani menyampaikan, workshop yang digelar selama dua hari tersebut diikuti 52 peserta dari delapan kelompok usaha.

Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat diteruskan kepada ratusan anggota yang tergabung dalam kelompok usaha masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari berbagai inovasi pengolahan bahan pangan lokal.

Beberapa di antaranya pemanfaatan limbah biji durian menjadi tepung durian, pembuatan mi menggunakan tepung singkong dan bayam, serta pembuatan food bar Banana with Grains.

Peserta juga mendapatkan praktik pembuatan permen jahe dan pengolahan ubi ungu menjadi sejumlah produk, seperti Taro Brulee, Taro Cookies, dan Taro Milk.

Selain itu, peserta mempelajari pembuatan gula cair berbahan singkong serta pengemasan tutut menggunakan teknologi retort untuk memperpanjang masa simpan produk.

Dirinya berharap pelatihan tersebut dapat melahirkan produk unggulan Kuningan yang mampu menembus pasar di luar daerah.

"Kami berharap setelah kegiatan ini berakhir akan ada produk yang kemudian diuji, diperbaiki, dihitung kelayakan bisnisnya, dikembangkan kemasannya, diuji pasarnya dan kemudian benar-benar diproduksi serta dipasarkan," ujar Dewi.

Kasubid Sosial Budaya dan Pemerintahan Bappeda Kabupaten Kuningan, Jajang Setiadi mengatakan, konsep OVOP memiliki sejumlah karakteristik yang perlu diperkuat di tingkat masyarakat.

Menurut dia, produk lokal yang dikembangkan harus memiliki potensi untuk menembus pasar yang lebih luas.

"Setidaknya OVOP memiliki tiga karakteristik, yaitu adanya produk lokal yang berpotensi bisa go global, adanya kreativitas masyarakat dalam pengolahan produk secara mandiri, dan terjadinya peningkatan kapasitas sumber daya manusia," kata Jajang.

Ia berharap Program Desa Emas dapat memperluas pendampingan terhadap kelompok usaha di Kabupaten Kuningan.

Dengan demikian, semakin banyak pelaku usaha yang mampu mengembangkan produk lokal menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Sementara itu, periset BRIN Dr. Hari Hariadi menilai pelaku usaha perlu mengembangkan teknologi pengolahan dan pengawetan agar produk tidak selalu dijual dalam kondisi segar.

Menurutnya, penjualan bahan baku segar membuat pelaku usaha lebih rentan terhadap perubahan harga di pasar.

BRIN, kata Hari, juga membuka layanan bagi masyarakat yang membutuhkan pengujian produk, pengembangan alat teknologi tepat guna, maupun kebutuhan lain yang berkaitan dengan riset.

"Kami sangat senang melakukan riset dari bahan-bahan lokal yang ada di Indonesia. Jadi, kita tidak perlu bersaing dengan negara luar dalam hal peralatan, tetapi kita punya novelty dari bahan baku lokal yang belum tentu mereka miliki namun dapat kita jual," ujarnya.(raa)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:16
01:02
02:26
05:17
01:10
05:30

Viral