- Istimewa
Sosok Ini Resmi Maju Jadi Bakal Calon Ketum PB HMI
Ambon, tvOnenews.com - Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mulai ramai dihiasi kandidat pendaftar.
Diantaranya yakni, M. Nur Latuconsina yang ikut menyatakan diri sebagai bakal calon Ketua Umum PB HMI periode 2026-2028.
HMI Cabang Ambon itu membawa gagasan HMI Resilience sebagai tawaran pembaruan organisasi menuju Kongres HMI XXXIII di Bandar Lampung.
Pernyataan tersebut disampaikan Nur Latuconsina dalam Silaturahmi dan Deklarasi Bakal Calon Ketua Umum PB HMI yang berlangsung di Ambon.
Pria yang kerap disapa Reno ini menyebut HMI Resilience bukan sekadar jargon politik elektoral internal.
Ia menempatkannya sebagai cetak biru pembaruan organisasi yang bertumpu pada tiga pilar, yakni intelektual, perjuangan, dan integritas.
“HMI Resilience bukan sekadar jargon retorika politik elektoral internal, melainkan cetak biru strategis pembaruan organisasi,” ungkap Reno, Rabu (16/9/2026).
Reno memaparkan terdapat tiga pilar utama dalam gagasan yang dibawanya itu yakni intelektual, perjuangan, dan integritas kelembagaan.
Terkait intelektual, Reno menawarkan reformasi kurikulum perkaderan formal agar HMI mampu mempertemukan khazanah pemikiran Islam klasik dengan ilmu pengetahuan modern.
Ia juga mendorong HMI kembali menjadi pusat keunggulan intelektual yang aktif memproduksi dan mempublikasikan gagasan strategis di ruang publik akademik.
Pada pilar perjuangan, Reno menyebut orientasi HMI harus kembali diarahkan pada persoalan konkret masyarakat.
Bentuknya antara lain advokasi kebijakan berbasis bukti, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pendidikan masyarakat marjinal, mitigasi krisis iklim, dan penguatan jaringan solidaritas dengan masyarakat sipil.
Pada pilar integritas kelembagaan, Reno mengungkap fokus ini diarahkan pada pembenahan tata kelola organisasi yang bersih, akuntabel, dan transparan di seluruh tingkatan struktur HMI.
Langkah praktisnya meliputi penerapan standar meritokrasi yang objektif dalam penjenjangan kepemimpinan, transparansi pengelolaan administrasi serta keuangan organisasi, dan penegakan disiplin aturan secara tegas untuk menjaga kredibilitas kelembagaan.
Tiga agenda tersebut memperlihatkan bahwa pencalonan Latuconsina tidak hanya dibangun dengan narasi pergantian kepemimpinan. Ia mencoba memasukkan isu kapasitas intelektual, relevansi perjuangan, dan tata kelola organisasi sebagai bagian dari agenda kongres.
Ia juga mengatakan deklarasi di Ambon merupakan pernyataan sikap terbuka kepada publik internal HMI, senior, alumni, kader, dan cabang-cabang HMI.
“Momentum hari ini, deklarasi ini sebagai bentuk daripada pernyataan sikap saya kepada publik, para senior dan adik-adik maupun cabang-cabang di bawah bahwa saya siap bertarung untuk menjadi Ketua Umum PB HMI,” kata Reno.
Namun, ia menyadari statusnya saat ini masih sebagai bakal calon. Proses pencalonan masih menunggu tahapan organisasi, termasuk pembentukan Steering Committee Kongres dan mekanisme administrasi serta rekomendasi yang akan menjadi persyaratan pencalonan.
“Ketika administrasi sudah keluar, baik berapa rekomendasinya akan dipenuhi. Ketika saya terpenuhi dengan rekomendasi, apa administrasi itu, maka penetapan saya sebagai calon ketua umum,” ujarnya.
Ia mengatakan tahapan berikutnya akan dijalankan melalui konsolidasi bersama tim yang sedang dibentuk.
Bagi Reno, pencalonan tersebut juga menjadi ruang bagi HMI Cabang Ambon untuk mengambil bagian dalam dinamika kepemimpinan organisasi di tingkat nasional.
“Ini sebagai ajang yang paling penting untuk saya dan paling penting juga untuk teman-teman HMI Cabang Ambon, kepengurusan hari ini, untuk bisa berkontribusi baik secara pikiran, secara gagasan maupun berkontribusi lain,” katanya.(raa)