- Gambar ilustrasi AI
Mengapa Rumah Tidak Layak Huni Bisa Memperburuk Kualitas Hidup Keluarga?
Sebelum diperbaiki, kedua rumah tersebut memiliki sejumlah keterbatasan, seperti dinding berbahan kayu dan atap yang bocor ketika hujan. Melalui bantuan dan swadaya, kondisi hunian mereka kini menjadi lebih baik.
“Rumah yang nyaman dan sehat akan menjadi fondasi bagi kehidupan yang lebih baik. Dari keluarga yang lebih sehat dan lingkungan yang lebih layak, kita berharap tumbuh semangat untuk bekerja, belajar, dan membangun masa depan,” ujar Edhie Baskoro.
Dalam kesempatan itu, ia juga mendorong pemerintah daerah dan para wakil rakyat untuk memperkuat pendataan masyarakat yang membutuhkan bantuan serta memastikan program perbaikan rumah tepat sasaran.
Pada akhirnya, persoalan rumah tidak layak huni tidak berhenti pada kerusakan atap, dinding, atau lantai. Ada kesehatan, kenyamanan, kesempatan belajar, dan produktivitas keluarga yang ikut dipertaruhkan.
Program bantuan perumahan dapat menjadi salah satu jalan untuk mengatasi persoalan tersebut, selama pelaksanaannya memperhatikan kebutuhan nyata masyarakat dan kualitas hasil pembangunan. (udn)