news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Sampah Belum Terkelola dengan Baik, Mengapa Edukasi 3R Sejak Anak-anak Penting.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

Sampah Belum Terkelola dengan Baik, Mengapa Edukasi 3R Sejak Anak-anak Penting?

Data SIPSN menunjukkan persoalan sampah Indonesia masih besar. Edukasi 3R dan contoh Jepang serta Jerman menunjukkan pentingnya kebiasaan memilah dan
Minggu, 11 Oktober 2026 - 02:29 WIB
Reporter:
Editor :

Pendidikan 3R juga tidak seharusnya berhenti pada penjelasan teori. Anak-anak dapat dilibatkan dalam kegiatan memilah sampah berdasarkan jenisnya, membuat kompos dari sampah organik yang sesuai, atau memanfaatkan kembali barang bekas menjadi benda yang berguna.

Meski demikian, kebiasaan individu perlu didukung sistem pengelolaan sampah yang memadai. Sampah yang telah dipilah berisiko tercampur kembali apabila pengangkutan dan pengolahannya tidak dilakukan secara terpisah. 

Artinya, tanggung jawab menjaga lingkungan tidak hanya berada pada rumah tangga, tetapi juga pemerintah, sekolah, pelaku usaha, dan pengelola sampah.

Kebiasaan Harus Didukung Sistem

Pendidikan lingkungan di sejumlah negara menunjukkan bahwa pembentukan kebiasaan dapat berjalan beriringan dengan aturan dan fasilitas pengelolaan sampah.

Di Jepang, pendidikan lingkungan mendorong masyarakat memahami hubungan antara aktivitas manusia dan kelestarian alam. Pembelajaran dapat dilakukan melalui kegiatan sekolah, pengalaman langsung, serta pengenalan penggunaan sumber daya secara bertanggung jawab.

Pendekatan seperti ini memberi kesempatan kepada anak-anak untuk memahami persoalan lingkungan melalui praktik, bukan hanya materi di kelas.

Jerman memberikan contoh lain tentang pentingnya sistem pengelolaan sampah. Badan Lingkungan Jerman atau Umweltbundesamt mencatat tingkat daur ulang sampah perkotaan negara tersebut mencapai 67,2 persen pada 2023, meningkat dari 56 persen pada 2002. 

Pemerintah Jerman sebelumnya menetapkan target tingkat daur ulang sampah perkotaan sebesar 65 persen pada 2020, yang kemudian tercapai. Capaian itu tidak semata-mata ditentukan oleh pendidikan masyarakat. 

Pemilahan berdasarkan jenis sampah, sistem pengumpulan, regulasi, dan fasilitas pengolahan turut berperan. Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa kebiasaan memilah sampah akan lebih efektif apabila masyarakat memiliki sarana untuk menjalankannya.

Bagi Indonesia, pelajaran yang relevan bukan sekadar meniru angka daur ulang negara lain. Pendidikan lingkungan perlu disesuaikan dengan kondisi lokal, ketersediaan fasilitas, dan karakteristik sampah yang dihasilkan masyarakat.

Anak-anak bisa mulai belajar memisahkan sampah organik, material yang dapat didaur ulang, dan residu. Namun, mereka juga perlu memahami bahwa sampah yang sudah dipilah harus disalurkan ke tempat pengolahan yang tepat. Tanpa sistem lanjutan, kegiatan pemilahan berisiko tidak menghasilkan manfaat yang diharapkan.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:39
09:03
08:41
04:56
08:50
02:47

Viral