news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Polresta Denpasar Gerebek Markas Online Scam di Kedonganan, 27 Orang Berhasil Diselamatkan.
Sumber :
  • tvOne - aris wiyanto

Sindikat Scam Internasional Terbongkar di Bali, 26 WNA Diduga Jadi Korban

Aparat gabungan Polresta Denpasar bersama Ditreskrimum dan Ditsiber Polda Bali menggerebek sebuah guest house di kawasan Kedonganan, Kuta, Kabupaten Badung, Senin (27/4) sore.
Rabu, 29 April 2026 - 16:54 WIB
Reporter:
Editor :

Badung, tvOnenews.com – Aparat gabungan Polresta Denpasar bersama Ditreskrimum dan Ditsiber Polda Bali menggerebek sebuah guest house di kawasan Kedonganan, Kuta, Kabupaten Badung, Senin (27/4) sore. Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan 27 orang yang diduga menjadi korban penyekapan dan dipaksa bekerja sebagai operator penipuan daring (online scam).

Penggerebekan ini bermula dari laporan resmi Kedutaan Besar Filipina di Jakarta. Pihak kedutaan menerima permintaan bantuan darurat dari sejumlah warga negaranya yang mengaku disekap di sebuah penginapan di Jalan Bypass Ngurah Rai, Gang Karangsari, Kelurahan Kedonganan.

"Sebanyak 27 orang yang terdiri dari 26 warga negara asing (WNA) dan satu orang warga negara Indonesia (WNI) berhasil diamankan," ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Dari total 26 WNA tersebut, mayoritas merupakan warga negara Filipina. Mereka diduga kuat dijebak dan dipaksa untuk menjalankan aksi penipuan berskala internasional dengan skema yang terorganisasi.

Saat menyisir lokasi kejadian, petugas menemukan fakta bahwa kamar-kamar di guest house tersebut telah dimodifikasi sedemikian rupa menjadi ruang kerja rahasia. Selain perangkat komputer, polisi juga menyita sejumlah barang bukti unik yang diduga digunakan sebagai properti untuk meyakinkan para korban penipuan.

"Di TKP, polisi mengamankan sejumlah jaket berlogo FBI dan bendera Amerika Serikat. Barang-barang ini diduga kuat dijadikan properti untuk mendukung aksi penipuan daring mereka," tambahnya.

Pendalaman Sindikat Internasional

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap 27 orang tersebut untuk mengungkap siapa aktor intelektual di balik sindikat ini. Polresta Denpasar juga terus menjalin koordinasi dengan pihak keimigrasian serta Kedutaan Besar Filipina.

Kasus ini menjadi atensi serius karena menunjukkan bahwa Bali masih menjadi incaran jaringan kriminal internasional untuk dijadikan basis operasi kejahatan siber. Kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas jaringan scam yang memanfaatkan wilayah Bali sebagai tempat persembunyian mereka. (awt/gol)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:54
06:32
01:03
01:19
02:05
05:39

Viral