- Tim tvone - tim tvone
Gelar Program Bela Negara di Bali, Kementerian Pertahanan Gembleng Ratusan Tokoh Masyarakat dan Ormas Hadapi Perang Kognitif
Tabanan, tvOnenews.com - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menggelar program pembinaan kesadaran Bela Negara yang digelar di Rindam IX/Udayana, Kabupaten Tabanan, Bali, Selasa (22/9 ).
Kegiatan yang melibatkan ratusan tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan ini, difokuskan untuk menanamkan kesadaran terhadap ancaman perang kognitif yang memanipulasi cara berpikir masyarakat.
Sebanyak 327 peserta dari perwakilan tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta organisasi kemasyarakatan atau ormas se-Provinsi Bali, berkumpul di Resimen Induk Kodam Sembilan Udayana, Kediri, Kabupaten Tabanan. Kehadiran mereka untuk mengikuti Program Pembinaan Kesadaran Bela Negara yang diinisiasi oleh Kementerian Pertahanan
Berbeda dengan pelatihan fisik konvensional, program kali ini menitikberatkan pada penguatan mental dan intelektual. Salah satu materi krusial yang ditekankan adalah ancaman perang kognitif (cognitive warfare). Di era digital, ancaman nyata tidak lagi hanya berupa kekuatan militer fisik, melainkan serangan terselubung yang menargetkan pikiran, opini, dan cara pandang masyarakat untuk memecah belah bangsa.
Perang kognitif ini merusak dari dalam, memanfaatkan media sosial dan informasi palsu untuk membenturkan antar kelompok.
"Melalui pembinaan di Rindam Tabanan ini, kami ingin para tokoh dan ormas menjadi benteng pertama yang meluruskan informasi dan menjaga persatuan di masyarakat," ujar Kepala Pusat Bela Negara Badan Cadangan Nasional ( Bacadnas ) Kementerian Pertahanan, Brigjen Luhut Marpaung usai memimpin apel Gelar Latihan Kader Bela Negara.
Program Latihan Kader Bela Negara yang diikuti tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, ormas dan komunitas tingkat pratama ini berlangsung selama tiga hari, 22-24 September, di Detasemen Pendidikan Bela Negara Rindam IX Udayana, Kabupaten Tabanan, Bali.
Melalui sinergi antara Kementerian Pertahanan dan elemen masyarakat di Bali ini, para peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan. Mereka ditargetkan membagikan ilmu yang didapat kepada komunitas masing-masing, guna menangkal infiltrasi ideologi asing maupun provokasi yang mengancam kedaulatan NKRI.
Program ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader Bela Negara yang adaptif dan cerdas secara digital, demi menjaga stabilitas keamanan nasional dari segala bentuk ancaman modern. (hen)