- Antara
CEO Maskapai Dikumpulkan Menhub, Pembentukan State Safety Program Dinilai Mendesak
tvOnenews.com - Maskapai penerbangan menyambut positif penandatanganan komitmen bersama terkait peningkatan standar keselamatan dalam acara CEO Safety Meeting 2026, yang digagas Kementerian Perhubungan pada Rabu 25 Februari 2026.
"Ini inisiatif yang baik dari Kementerian Perhubungan untuk mengumpulkan CEO-CEO Maskapai. Semua CEO menandatangani komitmen menjaga keselamatan penerbangan di masing masing perusahaanya," ujar CEO Lion Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi.
Daniel yang hadir dan salah satu CEO Maskapai yang memberikan materi dalam forum itu mengatakan, selain menyambut baik komitmen bersama menjaga keselamatan penerbangan, pihak maskapai yang hadir juga mengusulkan agar pemerintah segera merealisasikan pembentukan unit State Safety Program (SSP) atau program keselamatan nasional.
Menurut Daniel, sebaiknya SSP dipimpin unit khusus, minimal setingkat Eselon II di lingkungan Kemenhub yang diharapkan memiliki kewenangan independen untuk melakukan pengawasan terintegrasi.
Menurut dia, hal ini sejalan dengan program keselamatan yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan regulasi ICAO Annex 19, "Karena bukan hanya bertugas mengevaluasi pihak operasional penerbangan, tapi juga memastikan regulasi internal kemenhub mematuhi standar keselamatan global, seperti ICAO, FAA, dan EASA."
Daniel menilai, harus ada unit yang berani mengawasi ke dalam dan ke luar; memastikan bahwa regulasi penerbangan di Indonesia comply dengan aturan dunia.
"Ini agar sejarah buruk penerbangan kita yang pernah banned selama 11 tahun oleh EASA dan masuk kategori II FAA tidak terulang,” katanya.
Daniel menegaskan pentingnya komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memperbaiki dan memperkuat keselamatan penerbangan di Indonesia, terutama agar pada awal tahun tidak kembali terjadi banyak insiden penerbangan.
Menurut Daniel, inisiatif Kementerian Perhubungan yang mengumpulkan para CEO maskapai merupakan langkah positif. Dalam pertemuan tersebut, seluruh pimpinan maskapai menandatangani komitmen untuk menjaga dan meningkatkan standar keselamatan di masing-masing perusahaan.
“Tidak ada maskapai yang ingin celaka dan mengalami kerugian. Ketika berbicara soal keselamatan, program yang dijalankan harus selaras dan konsisten,” ujar Daniel.
Ia menegaskan, Lion Group sejak awal menunjukkan komitmen terhadap aspek keselamatan, terlepas dari sejumlah persoalan yang sempat menjadi perhatian publik. Bahkan dalam setiap kasus yang viral, pihaknya tetap mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama. Daniel menyebut, keselamatan penerbangan merupakan tanggung jawab bersama dalam ekosistem penerbangan, yang melibatkan empat pilar utama, yakni maskapai, regulator, pengelola bandara, dan penyedia layanan navigasi penerbangan. Keempat unsur tersebut harus bersinergi untuk menjamin keselamatan operasional.