- laman resmi
Bukan Sekadar Estetika, Tren Industri Interior dan Arsitektur Kini Utamakan Pengalaman dan Inovasi Material
tvOnenews.com - Industri building material, desain interior, dan arsitektur di Indonesia tengah memasuki fase transformasi besar. Dalam beberapa tahun terakhir, kebutuhan masyarakat terhadap ruang yang tidak hanya fungsional tetapi juga estetis terus meningkat.
Rumah, kantor, hingga ruang publik kini dirancang dengan pendekatan yang lebih modern, mengutamakan pengalaman pengguna, efisiensi ruang, keberlanjutan, dan sentuhan desain yang personal.
Fenomena ini sejalan dengan tren global. Di negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, hingga negara-negara Skandinavia, desain interior modern berkembang menjadi bagian penting dari gaya hidup masyarakat urban.
Konsep seperti smart living, sustainable material, hingga interactive space mulai mendominasi proyek-proyek arsitektur masa kini.
Menurut laporan Grand View Research, pasar desain interior global diproyeksikan mencapai lebih dari USD 255 miliar pada 2030, didorong oleh meningkatnya kebutuhan renovasi hunian dan pembangunan ruang komersial modern.
Di Indonesia, geliat serupa mulai terlihat kuat. Pertumbuhan sektor properti, meningkatnya pembangunan kawasan urban, hingga tren renovasi rumah pascapandemi membuat kebutuhan material bangunan dan interior semakin berkembang.
Inovasi Material dan Interior Modern
Bukan hanya soal kualitas produk, pelaku industri kini juga berlomba menghadirkan inovasi yang mampu memberikan pengalaman visual dan emosional bagi pengguna.
Dari lantai berbahan SPC, panel dekoratif, hingga konsep showroom interaktif, industri desain nasional mulai bergerak menuju pendekatan yang lebih kreatif dan kolaboratif.
Menjelang IndoBuildTech Expo Part 1 pada 8–12 Juli 2026, berbagai pelaku industri mulai memperlihatkan arah perkembangan desain dan material bangu nan masa kini. Salah satunya melalui kegiatan Business Impact yang digelar di Showroom TACO, interior kawasan Indonesia Design District (IDD) PIK 2.
Kegiatan tersebut menjadi ruang diskusi mengenai perkembangan industri building material, interior design, dan arsitektur di Indonesia. Fokus utamanya bukan sekadar memamerkan produk, tetapi juga membangun kolaborasi antar pelaku industri agar mampu menjawab kebutuhan pasar yang terus berubah.
Konsep showroom modern tersebut memperlihatkan bagaimana industri interior kini tidak hanya menjual material, melainkan juga pengalaman ruang.
Pendekatan ini sebenarnya sudah lama diterapkan di negara-negara maju seperti Italia dan Denmark, di mana showroom berfungsi sebagai pusat inspirasi kreatif sekaligus ruang interaksi antara arsitek, desainer, dan konsumen.
Di Indonesia sendiri, tren penggunaan material multifungsi semakin meningkat. Material seperti SPC flooring, aluminium composite panel, hingga decorative surface kini diminati karena memiliki kombinasi daya tahan, estetika, dan efisiensi biaya.
Industri konstruksi dan interior di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. IndoBuildTech hadir tidak hanya sebagai ajang pameran, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi, inovasi, dan inspirasi bagi seluruh pelaku industri. VP Exhibition Development Debindo International Trade & Exhibition, Sakanti Sasri, menilai pertumbuhan industri konstruksi dan interior nasional masih menunjukkan tren positif.
Salah satu perubahan besar dalam industri desain saat ini adalah meningkatnya kolaborasi lintas sektor. Jika dulu arsitek, kontraktor, dan produsen material berjalan sendiri-sendiri, kini pola kerja kolaboratif mulai menjadi kebutuhan utama.
Pameran dan forum industri menjadi tempat strategis untuk mempertemukan berbagai pihak, mulai dari developer, kontraktor, desainer interior, mahasiswa, hingga brand material bangunan.
Fenomena ini mirip dengan ekosistem industri desain di Singapura dan Korea Selatan yang berkembang pesat karena kuatnya sinergi antar pelaku industri kreatif dan konstruksi. Dengan kolaborasi yang baik, inovasi produk dapat lebih cepat diterapkan pada proyek-proyek nyata.
Dalam rangkaian kegiatan menuju pameran tahun depan, hadir pula para profesional industri, media, influencer desain interior, hingga mahasiswa dari jurusan desain interior Universitas Bina Nusantara.
Selain sesi presentasi dan networking, kegiatan juga dilengkapi workshop interaktif yang memberi pengalaman langsung mengenai penggunaan material interior modern.
Pendekatan seperti ini dinilai penting untuk memperluas wawasan generasi muda terhadap perkembangan industri kreatif berbasis desain.
Kolaborasi dengan sejumlah developer besar seperti Ciputra, Agung Sedayu Group, dan Sinar Mas Land juga memperlihatkan bahwa sektor building material kini semakin terhubung dengan kebutuhan pembangunan kota modern.
Desain Interior Tak Lagi Sekadar Estetika
Perkembangan desain interior saat ini tidak lagi hanya berfokus pada tampilan visual. Banyak proyek modern kini menggabungkan aspek kenyamanan, kesehatan, hingga pengalaman emosional pengguna.
Contohnya terlihat pada tren ruang kerja fleksibel, penggunaan pencahayaan alami, hingga pemilihan material yang lebih ramah lingkungan. Di Eropa, konsep sustainable architecture bahkan sudah menjadi standar utama dalam pembangunan gedung modern.
Indonesia perlahan mulai bergerak ke arah yang sama. Penggunaan material dengan daya tahan tinggi, perawatan mudah, serta tampilan minimalis semakin diminati masyarakat urban.
- undefined
Dalam kegiatan Business Impact tersebut, sejumlah material interior dan eksterior modern diperkenalkan sebagai solusi kebutuhan desain masa kini. Mulai dari flooring berpola herringbone hingga panel dekoratif untuk fasad bangunan modern.
Menurut Andika Tjandra selaku General Manager of Community Development, inovasi material diperlukan agar industri mampu mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat. Melalui berbagai inovasi produk tersebut, harapannya dapat menghadirkan solusi material yang lebih lengkap, fungsional, dan relevan bagi masyarakat maupun para profesional di industri desain dan arsitektur.
Ke depan, industri building material dan desain interior Indonesia diperkirakan akan semakin berkembang seiring meningkatnya kebutuhan ruang modern yang estetis, efisien, dan berorientasi pada pengalaman pengguna.
Kolaborasi antar pelaku industri pun menjadi faktor penting agar sektor ini mampu bersaing di tingkat global. (udn)