news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

AirNav Indonesia dan The Boeing Company menandatangani Letter of Intent (LoI) atau kesepakatan awal untuk melakukan studi optimasi operasional pergerakan pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali..
Sumber :
  • Antara

AirNav Indonesia dan Boeing Teken LoI Studi Optimasi Operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai

AirNav Indonesia dan The Boeing Company menandatangani Letter of Intent (LoI) atau kesepakatan awal untuk melakukan studi optimasi operasional pergerakan pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.
Selasa, 15 September 2026 - 15:08 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - AirNav Indonesia dan The Boeing Company menandatangani Letter of Intent (LoI) atau kesepakatan awal untuk melakukan studi optimasi operasional pergerakan pesawat di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali. Penandatanganan LoI dilakukan oleh Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno dan Senior Managing Director, Boeing Commerial Airplanes, Malcolm An, di Hotel Sheraton Jakarta Soekarno-Hatta Airport, Tangerang, Selasa, 15 September 2026.   

Turut hadir dalam penandatanganan tersebut, Deputi Bidang Fasilitasi dan Sinergi Pembangunan Badan Pengaturan BUMN, Kepala Sub Direktorat Pengawasan dan Data Keselamatan Penerbangan Direktorat Perhubungan Udara Kemenhub, Indra Gunawan, Direktur Operasi AirNav Indonesia Setio Anggoro, Direktur Teknik Zainal Arifin Harahap, Direktur SDM dan Umum Didiet K.S. Radityo, serta Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Oskar Syahbana.  

Selain itu, hadir pula Managing Director Boeing Indonesia, Indra Duivenvoorde, Program Manager, Boeing Southeast Asia, Davida Gondohusodo, IATA Assistant Manager Industry Affair, Marisqa Debora, Direktur Operasi Angkasa Pura Indonesia, Agus Haryadi, serta perwakilan sejumlah maskapai penerbangan. Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, mengatakan, kajian tersebut diarahkan untuk melihat peluang pengurangan kepadatan pergerakan pesawat di darat sekaligus meningkatkan kapasitas pemanfaatan landas pacu. Analisis dilakukan dengan memetakan kondisi operasi saat ini dan mengujinya melalui pemodelan menggunakan Total Airspace and Airport Modeller (TAAM).  

“Yang kami lihat bukan hanya kondisi operasi saat ini, tetapi juga berbagai opsi yang memungkinkan pergerakan pesawat lebih efisien. Setiap opsi akan diuji melalui pemodelan dan simulasi sehingga rekomendasi yang dihasilkan memiliki dasar analisis yang kuat,” ujar Avirianto.  

LoI ini merupakan kelanjutan dari Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani AirNav Indonesia dan Boeing pada 2023, yang membentuk kerangka kerja sama di bidang manajemen ruang udara, pelatihan, dan perencanaan strategis manajemen lalu lintas udara.  

Dijelaskan, tahap awal studi dilakukan melalui pemodelan operasi menggunakan baseline model TAAM untuk merepresentasikan kondisi operasional Bandara I Gusti Ngurah Rai saat ini. Model tersebut menggunakan jadwal penerbangan selama 24 jam yang mewakili operasional normal bandara. Pemodelan mencakup east flow dan west flow, dua konfigurasi operasi berdasarkan arah aliran pergerakan pesawat. Hasil pemodelan berupa data statistik operasional dan visualisasi empat dimensi (4D).  

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:16
01:02
02:26
05:17
01:10
05:30

Viral