- tvOnenews.com/Wildan Mustofa
Dugaan Kasus Bejat Oknum Guru Insan Cendekia Madani Serpong, Polres Tangsel Periksa 7 Saksi
tvOnenews.com – Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap siswa yang melibatkan oknum guru di sekolah Insan Cendekia Madani, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memasuki babak baru.
Penyidik Polres Tangsel resmi menaikkan status perkara dari tahap penyelidikan ke tingkat penyidikan setelah menggelar gelar perkara dan mendalami keterangan deretan saksi kunci.
Kasubsi PIDM Humas Polres Tangsel Ipda Yudhi membenarkan peningkatan status hukum perkara tersebut usai pihaknya memeriksa sedikitnya 7 orang saksi.
"Perkara tersebut berdasarkan verifikasi yang didapat atau keterangan dari para saksi, saat ini sudah dilakukan gelar perkara dan perkaranya sudah ditingkatkan dari penyelidikan jadi penyidikan," tegas Ipda Yudhi kepada awak media, Kamis (1/10/2026).
- Rizki Amana/tvOnenews.com
Penyidik Layangkan Surat Pemanggilan Terlapor
Ipda Yudhi memaparkan bahwa penaikan status hukum ini telah melalui prosedur baku yang berlaku di kepolisian.
Verifikasi saksi yang dituangkan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) mencakup pihak keluarga korban hingga perwakilan manajemen sekolah.
Setelah resmi masuk tahap penyidikan, fokus utama penyidik kini tertuju pada pemeriksaan oknum guru yang menjadi terlapor.
"Untuk terlapor, penyidik sudah mempersiapkan untuk memanggil sesuai dengan surat panggilan untuk dimintai keterangan," lanjutnya.
- Dokumentasi tvOnenews
Bongkar Modus 'Child Grooming' Bertahun-tahun
Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga korban melayangkan laporan polisi resmi pada Selasa (22/9/2026) dengan nomor LP/B/3019/IX/2026/SPKT/POLRES TANGERANG SELATAN/POLDA METRO JAYA.
Kuasa hukum korban Muhammad Fadhli mengungkapkan aksi bejat oknum guru yang pernah menjadi wali kelas korban tersebut diduga berlangsung dalam rentang waktu 2023 hingga 2026.
Terduga pelaku disinyalir melancarkan modus child grooming untuk mendekati dan memanipulasi korban secara psikologis sejak korban masih duduk di sekolah dasar.
Peristiwa kelam ini baru terbongkar setelah korban berlatih olahraga taekwondo dan merasa aman untuk terbuka meluapkan trauma yang dipendamnya kepada sang pelatih.
Cerita tersebut kemudian sampai ke telinga keluarga korban hingga akhirnya berlanjut pada proses hukum di kepolisian. (raa/amr)