- Endra Kusumah
Pasca-penggeledahan di Bandung, Ibu terduga teroris Mengaku Anaknya Baik dan Tidak Percaya Ia Terlibat Terorisme
Kabupaten Bandung, tvonenews.com - Penangkapan Dananjaya Erbening (32), terduga teroris oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri di Perumahan Pesona Anggrek Harapan, Harapan Jaya Bekasi Utara kemarin, membuat masyarakat heboh. Terlebih bagi keluarga dan para tetangga orang tua Danan di Komplek Bumi Sari Indah, Blok M, No. 2, Kelurahan Magahang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.
Bahkan, sang ibu, Yanti Sugiarti, tak percaya bahwa anak bungsunya terlibat terorisme.
“Saya mengenal sosok kepribadian anak saya, karena saya melahirkan dan membesarkannya. Saya yakin anak saya bukan teroris. Tidak seperti yang dituduhkan,” kata Yanti, saat ditemui dikediamannya, Selasa (15/08/23).
Yanti mengatakan, tidak nyakin bila Danan ditangkap oleh Densus 88, akibat terlibat jaringan teroris. Terlebih belum lama ini Danan sempat pulang ke Bumi Sari Indah Blok M2 (BSI), menemuinya sekaligus mengurus perpanjangan SIM.
“Saat pulang ke sini tenang-tenang saja, dia selalu bersikap baik pada orang tuanya dan nurut. Sampai-sampai hal terkecil-kecilnya mau makan, pingin itu, kalau belum ada ijin darinya tak akan ngambil makanan,” tuturnya.
Selanjutnya Yanti mengungkapkan, bila ada rejeki sedikit, Danan selalu berbagi dan tidak lupa dengan keluarga, baik pada kakak-kakaknya, ibunya, juga ke bibinya. Sehingga Yanti merasa Danan adalah anak yang baik dan tidak percaya dengan adanya peristiwa ini.
Saat penggeledahan Yanti sempat bertanya kepada petugas, tentang apa yang sedang terjadi. Kemudian polisi masuk ke dalam, serta menerangkan bahwa ini ada berhubungan dengan anaknya.
“Saya seperti ini tidak percaya dan seyakin-yakinnya, anaknya tidak bersalah dan anak sangat baik, serta tidak pernah merugikan orang lain,” ungkapnya.
Yanti pun berharap, mudah-mudah Alloh memberikan jalan terbaik, kepada yang berwajib dalam menangani kasus ini dan perlindungan bagi anak laki-lakinya tersebut.
Sementara itu, menurut pengakuan Sunarti, Ibu RW 20, sewaktu digeledah ia melihat selain petugas penyelidik, ada juga dari pihak keluarga, serta Yanti Sugiarti (ibu Danan).
“Ibunya terlihat tegar, kalau untuk Pak Wahyunya bingung ada apa,” akunya.
Sunarti menambahkan, sewaktu polisi datang, Ibu Yanti mempersilahkan petugas untuk menggeledah rumahnya.
”Hingga petugas mengambil dua jaket, satu jaket kaya motif corak dan jaket warga hijau, topi warna hijau, tabung kaya peluru, sepatu, celana dan sarung tangan,” ujar Sunarti.
Sunarti mengaku mengetahui Danan setelah ia besar dan sejauh ini sudah lama tinggal bersama kedua orang tuannya.
”Masalah keluar dari Bumi Sari Indah (BSI) sudah lama, sejak keluar atau lulus sekolah, habis itu dapat kerja tidak tinggal di sini,” ungkapnya
Seperti Yanti, Sunarti juga melihat dalam kesehariannya Danan adalah anak yang sopan, baik, pendiam serta sholeh. (eku/rfi)