news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Potret UMKM Jawa Barat.
Sumber :
  • istimewa - antaranews

Pemprov Jabar Buka Program Inkubasi untuk Ratusan IKM, Pelaku Usaha akan Dibimbing hingga Siap Ekspor

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat menyampaikan bahwa sebanyak 200 pelaku usaha akan dipilih untuk mengikuti Program Inkubasi IKM 2026.
Rabu, 11 Maret 2026 - 15:50 WIB
Reporter:
Editor :

Jakarta, tvOnenew.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Program Inkubasi Industri Kecil Menengah (IKM) 2026 dengan menggandeng kalangan akademisi. Program ini dirancang untuk meningkatkan kesiapan pelaku IKM di Jawa Barat agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Nining Yuliastiani, menyampaikan bahwa sebanyak 200 IKM akan dipilih untuk mengikuti Program Inkubasi IKM 2026.

Bagi pelaku IKM yang berminat, pendaftaran dibuka secara daring melalui tautan https://bit.ly/LinkPendaftaranIKMIstimewa mulai 26 Februari hingga 17 Maret 2026.

Selama masa inkubasi, para peserta akan memperoleh pendampingan intensif selama tiga bulan. Program ini menyediakan berbagai fasilitas, antara lain diagnosis kondisi bisnis, kelas mentoring mengenai manajemen usaha, pemasaran, penguatan merek, hingga penyusunan pitching deck.

Selain itu, peserta juga akan mengikuti pelatihan khusus bersama praktisi bisnis dan akademisi dari Science Techno Park Direktorat Inovasi dan Riset Berdampak Tinggi Universitas Indonesia.

Program ini juga memberikan dukungan fasilitasi sertifikasi, seperti halal, Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) merek, hingga Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) bagi pelaku usaha yang membutuhkan.

Rangkaian Program Inkubasi IKM 2026 diawali dengan kegiatan gelar wicara yang diselenggarakan secara daring pada Kamis (25/2/2026). Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Kepala Disperindag Jabar Nining Yuliastiani, CEO PT Sainsgo Karya Indonesia Yolla Miranda, serta Direktur Science Techno Park Universitas Indonesia Chairul Hudaya.

Peserta yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari pelaku IKM di berbagai daerah di Jawa Barat, asosiasi usaha, serta perwakilan Disperindag kabupaten dan kota di provinsi tersebut.

Dalam paparannya, Nining menyoroti sejumlah tantangan yang masih dihadapi IKM di Jawa Barat. Tantangan tersebut meliputi kesenjangan kapasitas dan standar kualitas produk, keterbatasan sumber daya, serta masih rendahnya daya saing terhadap produk impor.

“Kami ingin IKM di Jabar tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas dan mampu mengakses pasar yang lebih luas. Melalui kerja sama dengan STP UI, kami berharap IKM dapat terfasilitasi secara lebih terstruktur, baik dalam hal standardisasi, sertifikasi, hingga kesiapan ekspor,” ujarnya, Kamis (25/2/2026).

Ia juga menegaskan bahwa penguatan sektor IKM tidak cukup hanya mengandalkan promosi semata. “Produk IKM harus bisa masuk dalam rantai pasok industri dan menjadi bagian dari value chain lokal yang mampu menggantikan bahan impor. Tantangan terbesar kita saat ini adalah aspek keberlanjutan dan keberanian untuk terus berkembang,” tegas Nining.

Menurutnya, Pemprov Jabar secara konsisten memberikan fasilitasi standarisasi setiap tahun melalui dukungan pemerintah daerah maupun pusat.

Program inkubasi akan memperkuat kapasitas manajerial pelaku IKM agar lebih modern, termasuk melalui digitalisasi keuangan. Dalam program inkubasi tersebut juga dibuka peluang bagi IKM untuk mengakses investor.

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:24
01:11
03:42
05:07
03:34
05:04

Viral