- Dokumentasi Jasamarga
Jalanan di Jabar Bakal Berbayar seperti Tol, Dedi Mulyadi Siapkan Opsi Hapus Pajak Kendaraan
tvOnenews.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menggulirkan wacana berani terkait tata kelola dan pengelolaan infrastruktur jalan di wilayahnya. Orang nomor satu di Jawa Barat ini merencanakan pemberlakuan sistem jalan berbayar untuk seluruh ruas jalan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov Jabar).
Kebijakan revolusioner ini mencuat sebagai langkah alternatif prasyarat apabila skema penghapusan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Jawa Barat benar-benar direalisasikan di masa mendatang.
Dinilai Lebih Adil Dibanding Pajak Kendaraan Tetap
- YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL
Melalui pernyataan di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) ini menilai bahwa sistem tarif penggunaan jalan jauh lebih mencerminkan prinsip keadilan sosial ketimbang penarikan pajak kendaraan tahunan yang bersifat flat atau tetap.
KDM berargumen bahwa intensitas masyarakat dalam menggunakan fasilitas jalan raya di lapangan tidaklah sama.
"Ada yang setiap hari menggunakan kendaraan pribadi untuk bekerja, namun ada pula yang hanya sesekali. Dengan skema jalan berbayar, beban biaya akan lebih menyesuaikan frekuensi pemakaian jalan," jelas Dedi Mulyadi dikutip Senin (25/5/2026).
Mekanisme yang diusulkan nantinya akan menyerupai sistem jalan tol, di mana pengguna jalan hanya dikenakan tarif saat melintasi ruas jalan provinsi tertentu. Wacana ini diproyeksikan mampu menjadi ladang Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru sekaligus pengendali volume kendaraan secara lebih proporsional.
Mengenal Sistem ERP Elektronik
Konsep jalan berbayar yang digagas Pemprov Jabar ini merujuk pada sistem Electronic Road Pricing (ERP).
- Antara
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, ERP merupakan pungutan jalan berbasis elektronik yang jamak digunakan di kawasan metropolitan dunia untuk mengurai kemacetan parah.
Dalam teknis pelaksanaannya, ERP tidak menggunakan gerbang tol konvensional yang kerap memicu antrean kendaraan, melainkan mengandalkan teknologi mutlak:
Sensor Pemantau Otomatis: Dipasang secara khusus di titik-titik zona masuk tertentu.
On-Board Unit (OBU): Perangkat elektronik yang wajib terpasang di dalam kendaraan pengguna jalan.
Ketika kendaraan melintas, saldo pengendara akan terpotong secara otomatis berdasarkan tarif yang disesuaikan dengan kondisi kepadatan jalan serta waktu melintas (jam-jam sibuk).