news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kang Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat.
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL, Kang Rusdi channel

Viral Video Pemalakan Mobil Pelat B di Dago Bandung, KDM Angkat Bicara

Kang Dedi Mulyadi (KDM) angkat bicara mengenai video viral dugaan aksi pemalakan terhadap pengendara mobil dengan nomor polisi (pelat) B di kawasan Dago Bandung
Senin, 1 Juni 2026 - 22:59 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com – Unggahan video yang memperlihatkan dugaan aksi pemalakan terhadap pengendara mobil dengan nomor polisi (pelat) B di kawasan Dago, Kota Bandung, Jawa Barat, mendadak viral dan memicu keresahan di media sosial. KDM angkat bicara.

Peristiwa yang mengganggu ketertiban umum tersebut terjadi di Jalan Ir H Djuanda, Gang Dago Timur, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong, Bandung, tepat setelah pertandingan pamungkas antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara, Sabtu (30/5/2026) malam.

Dalam potongan video yang beredar luas di jagat maya, tampak seorang pria nekat menghentikan laju kendaraan yang sedang melintas, lalu mendesak dan meminta sejumlah uang secara paksa kepada pengemudi mobil tersebut.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Antara

Menyikapi kejadian yang mencoreng dunia pariwisata ini, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku bergerak cepat dengan langsung berkoordinasi dengan pihak Kapolda Jawa Barat guna memastikan kasus premanisme ini diusut secara tuntas dan cepat.

“Saya sampaikan mengenai kasus pemalakan premanisme di Kota Bandung di Dago, saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar,” ungkap gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) tersebut, Minggu (31/5/2026).

Menurut penjelasan KDM, langkah taktis aparat kepolisian membuahkan hasil. Pelaku pemalakan dilaporkan telah diringkus dan saat ini sedang menjalani proses pemeriksaan intensif di markas Kepolisian Sektor (Polsek) Coblong.

“Pelakunya sudah diamankan di Polsek Coblong,” tegasnya.

Lebih lanjut, KDM mengingatkan dengan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak sekali-kali melakukan tindakan pemalakan maupun intimidasi terhadap siapa pun.

Larangan ini berlaku baik kepada sesama warga Jawa Barat, terlebih kepada masyarakat dari luar daerah yang datang berkunjung sebagai wisatawan.

Ia menilai, aksi premanisme jalanan seperti ini tidak hanya merusak ketertiban umum, tetapi juga meruntuhkan citra positif Jawa Barat yang selama ini dikenal sebagai destinasi yang aman, ramah, dan nyaman bagi para pendatang.

"Dan seluruh warga Jawa Barat, jangan coba-coba melakukan pemalakan, premanisme pada siapa pun. Baik warga Jabar maupun luar warga Jabar yang berkunjung ke Jawa Barat," cetus mantan Bupati Purwakarta ini dengan nada tinggi.

Berita Terkait

1
2 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:57
01:20
01:08
07:06
01:21
01:13

Viral