news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Didoakan Masyarakat Adat Papua, Gubernur Jabar, KDM Terima Simbol Penjaga Hutan dari Korowai.
Sumber :
  • instagram Dedimulyadi71

Didoakan Masyarakat Adat Papua, Gubernur Jabar, KDM Terima Simbol Penjaga Hutan dari Korowai

Masyarakat adat Korowai di Papua menyerahkan replika rumah pohon kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM. Simbol tersebut menjadi pesan kuat tentang pelestarian hutan
Selasa, 2 Juni 2026 - 22:16 WIB
Reporter:
Editor :

Ia menambahkan bahwa masyarakat Korowai memiliki harapan besar terhadap hadirnya pemimpin yang mampu menjaga kelestarian hutan Papua.

“Mereka berharap ada pemimpin yang mampu menjaga dan menyelamatkan hutan-hutan yang ada di Papua karena bagi mereka hutan adalah kehidupan,” ujar Franky.

Rumah Pohon Korowai, Bukti Kecerdasan Lokal yang Lahir dari Alam

Rumah Pohon Korowai selama ini dikenal luas sebagai salah satu simbol budaya Papua yang unik. Namun bagi Dedi Mulyadi, keberadaan rumah tersebut tidak hanya mencerminkan tradisi.

Melainkan juga menunjukkan kemampuan masyarakat adat dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang sesuai dengan lingkungan tempat mereka hidup.

Dalam forum APS, Dedi menekankan bahwa pembangunan Papua harus dimulai dari penghargaan terhadap pengetahuan lokal atau etnosains yang berkembang di tengah masyarakat adat.

Didoakan Masyarakat Adat Papua, Gubernur Jabar, KDM Terima Simbol Penjaga Hutan dari Korowai
Sumber :
  • instagram Dedimulyadi71

Menurutnya, masyarakat Papua memiliki sistem pengetahuan yang terbentuk melalui pengalaman panjang hidup berdampingan dengan alam. Pengetahuan tersebut tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang kuno atau tertinggal.

Salah satu contoh yang disorot Dedi adalah Rumah Pohon Korowai yang dibangun di ketinggian dan dirancang untuk menyesuaikan kondisi lingkungan setempat.

“Rumah pohon Korowai itu sebenarnya sains tingkat tinggi. Mereka bisa bertahan hidup tanpa merusak ekosistem. Mereka memahami alam, memahami ancaman lingkungan, memahami cara bertahan hidup, dan itu diwariskan secara turun-temurun,” ujar Dedi.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa banyak praktik kehidupan masyarakat adat sesungguhnya mengandung unsur ilmu pengetahuan, teknologi, dan strategi adaptasi lingkungan yang berkembang secara alami selama ratusan tahun.

Bahkan dalam berbagai kajian antropologi dan ekologi modern, pengetahuan lokal masyarakat adat kini semakin diakui sebagai sumber pembelajaran penting dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan konservasi lingkungan.

Pembangunan Papua Harus Berangkat dari Kearifan Lokal

Kehadiran Dedi Mulyadi dalam Konferensi Tahunan Analisis Papua Strategis berlangsung atas undangan Ketua APS sekaligus akademisi Hubungan Internasional Universitas Cenderawasih, Laus Rumayom, bersama Pendeta Cirenei.

Laus Rumayom menilai pembangunan Papua membutuhkan pendekatan yang lebih inovatif dengan menempatkan kearifan lokal sebagai fondasi utama. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan keamanan maupun teknokrasi semata.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:17
01:06
03:52
04:26
01:37
01:24

Viral