- ANTARA - tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI
Kabar Gembira untuk Sopir Angkot di Jabar, KDM Perintahkan Wali Kota hingga Camat Naik Angkot dan Tinggalkan Mobil Dinas
tvOnenews.com – Dalam upaya mendorong percepatan penataan tata ruang kota yang lebih bersih, tertib, dan estetis, Gubenernur Jabar Kang Dedi Mulyadi (KDM) melakukan inspeksi mendadak langsung ke sejumlah titik krusial di wilayah perbatasan kota.
Menariknya peninjauan lapangan ini dilakukan tanpa menggunakan fasilitas mobil dinas mewah, melainkan dengan cara menaiki angkutan umum (angkot) bersama dengan Wali Kota Depok serta jajaran Camat dan Lurah setempat.
Langkah berani ini sengaja diambil guna melihat secara riil dan objektif mengenai kondisi karut-marut infrastruktur, tingkat kebersihan, hingga ketertiban fasilitas publik di sepanjang jalan protokol serta area perbatasan yang selama ini dinilai masih luput dari perhatian serius pemerintah daerah.
- YouTube
Dilansir dari laman Bapenda Jabar, dalam proses penyisiran menggunakan moda transportasi umum tersebut, KDM meluapkan kekesalannya setelah menyoroti sejumlah permasalahan lingkungan yang terkesan dibiarkan begitu saja oleh pejabat wilayah.
Beberapa temuan fatal di lapangan meliputi menjamurnya spanduk-spanduk usang yang tidak ditertibkan selama bertahun-tahun, sisa-sisa ikatan tali billboard yang merusak pemandangan, hingga bendera partai politik masa lalu yang masih berkibar kumuh.
Selain masalah sampah visual, maraknya bangunan liar yang nekat memakan bahu jalan dan trotoar juga menjadi fokus utama kritik tajam KDM.
Praktik tersebut dinilai telah merenggut hak para pejalan kaki sekaligus memperburuk estetika kota secara makro.
Atas temuan tersebut, KDM langsung menginstruksikan jajaran kelurahan dan kecamatan untuk bertindak taktis dan tegas.
Mereka diwajibkan segera melakukan pendataan serta menempelkan stiker peringatan keras bagi para pemilik bangunan liar agar mengosongkan area publik secara mandiri dalam tenggat waktu maksimal dua minggu.
Kepada para Camat dan jajaran Lurah perempuan yang mendampinginya, KDM mengingatkan dengan tegas bahwa tugas utama seorang pelayan masyarakat adalah memastikan kondisi lingkungan warga tetap kondusif.
- YouTube
Ia meminta agar para Lurah mengubah pola kerja lama dengan tidak hanya menghabiskan waktu di dalam ruang kerja ber-AC.
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Sebaliknya, para pejabat ini dituntut aktif memantau wilayah sejak dini hari dengan pakaian lapangan yang nyaman agar gerakan eksekusi penataan bisa berjalan lebih kilat (satset).
Tak hanya itu, jadwal kerja petugas sapu jalanan juga disarankan untuk dioptimalkan guna memastikan seluruh sampah sudah terangkut bersih sebelum aktivitas perekonomian warga dimulai.
KDM mendorong adanya penambahan kuota Tenaga Harian Lepas (THL) kebersihan yang direkrut dari warga lokal dengan skema evaluasi performa yang ketat.
Ia juga mengusulkan pengadaan mesin pengelola sampah mandiri di tingkat kelurahan agar beban volume sampah tidak menumpuk dan membebani tempat pembuangan akhir (TPA).
Di sela-sela ketegangan inspeksi tersebut, momen humanis terjadi ketika KDM bersama Wali Kota memberikan apresiasi spontan kepada seorang sopir angkot asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang mengemudikan angkot yang mereka tumpangi.
Setelah mendengar keluh kesah terkait minimnya pendapatan harian sang pengemudi, KDM langsung merogoh kocek dan memberikan bantuan uang tunai sebesar Rp1 juta demi membantu mencukupi kebutuhan keluarga sopir tersebut.
Tindakan naik angkot bareng pejabat ini disebut KDM sebagai bentuk konkret agar perputaran ekonomi dan rezeki para pejabat dapat langsung menyentuh dan dirasakan oleh masyarakat kecil.
Melalui skema penataan yang terintegrasi ini, pemerintah daerah diharapkan bisa bergerak cepat membenahi fasilitas trotoar, menertibkan para pedagang nakal yang memicu kemacetan, serta membangun shelter atau pos perbatasan yang dipercantik dengan ornamen khas kebudayaan lokal demi mendongkrak kebanggaan serta rasa cinta warga terhadap kotanya sendiri.