news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Berawal dari Jual Keripik di Sekolah, Konten Kreator Ini Hasilkan Pundi-pundi Rupiah Lewat Industri Digital Indonesia.
Sumber :
  • Istimewa

Berawal dari Jual Keripik di Sekolah, Konten Kreator Ini Hasilkan Pundi-pundi Rupiah Lewat Industri Digital Indonesia

Pria kelahiran Sukabumi, 6 Juni 2002 yakni Tauseef Ahmad membagikan kisahnya yang kini bergelut pada industri kreator digital Indonesia.
Jumat, 24 Juli 2026 - 01:37 WIB
Reporter:
Editor :

Sukabumi, tvOnenews.com - Pria kelahiran Sukabumi, 6 Juni 2002 yakni Tauseef Ahmad membagikan kisahnya yang kini bergelut pada industri kreator digital Indonesia.

Tauseef yang dikenal dengan nama Mr Tauseef ini memulai perjalanan sebagai kreator konten dari keterbatasan. 

Berawal dari berjualan keripik di sekolah demi membeli kuota internet, kini ia berhasil membangun karier sebagai kreator konten dengan jutaan pengikut di berbagai platform media sosial.

Perjalanan tersebut dimulai pada 2019 dilam, ketika dirinya masih duduk di bangku sekolah dengan membagi waktu antara mengikuti kegiatan belajar, menjual keripik saat jam istirahat, serta memproduksi konten pada malam hari menggunakan telepon genggam dengan spesifikasi sederhana.

"Tantangan terbesar saat itu adalah menjaga energi dan fokus. Saya harus belajar di kelas, berjualan agar bisa membeli kuota internet, lalu malam hari membuat dan mengedit video," kata Tauseef, Kamis (23/7/2026).

Tauseef mengaku dirinya sempat mencoba berbagai jenis konten hingga secara konsisten membuat konten bertema game Free Fire. 

Dalam kontennya, ia memilih melakukan pembahasan mengenai berbagai mekanik dan informasi menarik seputar permainan tersebut.

Menurutnya memilih Free Fire ditengarai game tersebut tengah berkembang pesat di Indonesia dan memiliki komunitas yang aktif sehingga membuka peluang bagi kreator untuk menghadirkan konten yang informatif sekaligus menghibur.

Namun, awal mula ia mengaku orang tuanya belum sepenuhnya yakin bahwa profesi sebagai kreator konten dapat menjadi pekerjaan yang menjanjikan.

Alih-alih berdebat, Tauseef memilih menunjukkan keseriusannya melalui tindakan nyata. 

Ia tetap menjalankan kewajiban sebagai pelajar, menyisihkan hasil berjualan keripik untuk membeli kuota internet, lalu terus mengunggah video secara konsisten hingga akhirnya memperoleh penghasilan pertama dari YouTube.

Ia mengaku motivasi terbesar saat menghadapi berbagai tantangan berasal dari keinginan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. 

Harapan untuk dapat membanggakan orang tua menjadi alasan utama yang membuatnya bertahan di tengah keterbatasan.

Momentum penting terjadi ketika pendapatan dari YouTube serta berbagai kerja sama dengan berbagai merek mulai stabil. 

Saat itulah ia menyadari bahwa industri kreator digital dapat menjadi profesi yang dijalankan secara profesional apabila ditekuni dengan disiplin.

Hingga 2026, Mr Tauseef berhasil membangun basis audiens dengan 3,15 juta subscriber di kanal YouTube, 2,1 juta pengikut di akun TikTok @mrtauseefofficial, serta 72 ribu pengikut di akun Instagram @mrtauseeff.

Selain memperoleh pendapatan dari iklan digital, ia juga mengembangkan berbagai kerja sama komersial dan unit bisnis digital.

Ke depan, ia berencana memperluas ekosistem digital melalui layanan berbasis game, memperkuat konten di platform live streaming, dan terus beradaptasi dengan perkembangan industri kreatif digital.

"Konsistensi menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan seorang kreator. Kemampuan beradaptasi terhadap perubahan algoritma, menjaga identitas konten yang khas, serta menjalankan proses produksi secara disiplin," jelasnya.

Di balik pencapaiannya, ia juga menekankan pentingnya doa dan restu orang tua. 

Ia juga mengingatkan bahwa menjadi kreator konten tidak boleh mengabaikan pendidikan maupun etika dalam berkarya. 

"Konten yang dihasilkan sebaiknya memberikan manfaat, menghormati aturan platform, serta mengedepankan kreativitas tanpa merugikan pihak lain," ungkapnya.(raa)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

07:19
06:48
01:57
02:25
01:47
01:19

Viral