- tvOneNews
Heboh Area Masjid di Cirebon Diduga jadi Lapak Prostitusi, Ditemukan Banyak Alat Kontrasepsi Berserakan
Ia memahami pemerintah setempat mungkin mengalami kesulitan dari segi anggaran. Maka dari itu, ia menyampaikan harapannya Pemkot Cirebon memudahkan perizinan hingga akses bagi masyarakat atau pihak swasta untuk merenovasi dan merawat masjid tersebut.
"Besar harapan saya ada masyarakat swasta, masyarakat yang peduli ingin merenovasi, merevitalisasi masjid ini. Mohon Pemda beri kemudahan, Pemda beri izin-izinnya dengan all out selagi investor membiayai sendiri," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, sosok Riza (36), marbot Masjid Al-Hidayah mengungkapkan bahwa dirinya sebagai marbot yang telah mengabdi selama 13 tahun. Ia menjalani tugasnya secara sukarela.
Ia menjelaskan, dirinya selalu menyapu dan mengepel masjid sampai bersih setiap pagi. Di sisi lain, ia kerap kali meninggalkan tempat ibadah tersebut dengan tujuan mencari nafkah.
Selain menjadi marbot, ia juga bekerja sebagai tukang ojek. Ia melakukan hal tersebut karena tidak mendapat gaji saat menjalani tugas sebagai marbot.
Ia membantah tuduhan masjid tersebut kurang terawat. Ia yang juga bekerja sebagai tukang ojek tentu tidak maksimal memantau kondisi tempat ibadah tersebut setiap waktunya.
"Bukannya kurang terawat. Saya semaksimal mungkin membersihkan setiap pagi, nyapu, ngepel, sedangkan kalau siang atau sore itu kotor karena saya pergi ngojek," kata Riza.
Ia mengakui kondisi masjid menjadi sepi sejak Terminal Harjamukti sepi pengunjung dan ditutup. Faktor ini juga tak lepas dari akses jalan menuju tempat ibadah tersebut sangat sulit.
Akan tetapi, aktivitas shalat lima waktu masih berjalan lancar walaupun dengan jumlah jemaah yang sedikit. Kondisi masjid terpantau ramai hanya saat pelaksanaan shalat Jumat.
"Masjid Al Hidayah juga punya struktur DKM (Dewan Kemakmuran Masjid). Kemungkinan pengelolaannya dari pihak Dinas Perhubungan," tambahnya.
Reaksi Pemkot Cirebon
Pemkot Cirebon merespons kehebohan yang terjadi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Iing Daiman mengakui telah mengetahui adanya persoalan dugaan lapak prostitusi di sekitar Masjid Al-Hidayah.
Iing menambahkan, pemerintah setempat juga menduga adanya indikasi aktivitas yang kemungkinan sebagai tempat transaksi minuman keras (miras) di sekitar area masjid tersebut.