news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Ilustrasi Siswa Belajar SAR hingga Simulasi Kebakaran, Apa yang Bisa Didapat dari Pendidikan di Luar Kelas.
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI

Siswa Belajar SAR hingga Simulasi Kebakaran, Apa yang Bisa Didapat dari Pendidikan di Luar Kelas?

Pembelajaran luar kelas membantu siswa mengenal kesiapsiagaan bencana, mengasah keterampilan praktis, dan membangun kerja sama melalui pengalaman langsung
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:58 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Kemampuan menghadapi keadaan darurat tidak cukup dibangun dengan menghafal petunjuk keselamatan. Siswa perlu memahami cara mengenali risiko, mengikuti prosedur evakuasi, dan mengetahui kapan harus meminta bantuan. 

Pengetahuan tersebut akan lebih bermakna ketika mereka memperoleh kesempatan untuk mempraktikkannya. Prinsip serupa berlaku untuk pendidikan karakter. 

Kerja sama, tanggung jawab, dan kemampuan berkomunikasi bukan sekadar nilai yang perlu dihafalkan, melainkan kecakapan yang berkembang melalui pengalaman. 

Saat menyelesaikan tugas kelompok atau menghadapi simulasi keselamatan, siswa belajar mengambil keputusan sekaligus memahami konsekuensi tindakannya.

Karena itu, pembelajaran di luar kelas dapat menjadi pelengkap pendidikan akademik. Kegiatan semacam ini memberi ruang bagi siswa untuk menghubungkan teori dengan praktik, mengeksplorasi keterampilan baru, dan berinteraksi dengan lingkungan di luar rutinitas sekolah.

Belajar dari Jepang dan Finlandia, Apa yang Bisa Diterapkan?

Jepang menjadi salah satu contoh negara yang memasukkan kesiapsiagaan bencana dalam kegiatan pendidikan. Menghadapi risiko gempa bumi dan tsunami, siswa berlatih mengenali jalur evakuasi, mengikuti prosedur keselamatan, dan merespons instruksi ketika terjadi keadaan darurat.

Pendekatan tersebut relevan bagi Indonesia yang menghadapi beragam risiko bencana. Namun, pelaksanaannya perlu menyesuaikan ancaman di setiap wilayah, mulai dari gempa bumi dan banjir hingga kebakaran dan erupsi gunung api. 

Materi yang dipelajari siswa akan lebih berguna jika berkaitan dengan risiko yang mungkin mereka hadapi.

Contoh berbeda terlihat dalam kurikulum pendidikan dasar Finlandia, yang memasukkan kompetensi lintas mata pelajaran seperti kolaborasi, partisipasi, dan tanggung jawab. Kemampuan tersebut dikembangkan bersama pengetahuan akademik, sehingga proses belajar tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi.

Kedua contoh ini bukan berarti sistem pendidikan Jepang dan Finlandia dapat diterapkan sepenuhnya di Indonesia. Namun, keduanya memperlihatkan pentingnya memberikan ruang bagi siswa untuk berlatih menghadapi persoalan nyata.

Penerapannya tidak harus berupa perkemahan besar. Sekolah dapat mengadakan simulasi evakuasi berkala, latihan pertolongan pertama sesuai usia, proyek kreatif, atau aktivitas kelompok yang menuntut siswa bekerja sama. 

Hal terpenting adalah memastikan kegiatan memiliki tujuan pembelajaran yang jelas, pendampingan yang memadai, dan tindak lanjut setelah aktivitas selesai.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

04:56
08:50
02:47
06:54
06:16
06:20

Viral