- IPB University
Profil Prof. Endang Warsiki yang Meninggal Dunia, Guru Besar IPB University dengan Segudang Prestasi
tvOnenews.com - Kabar duka datang dari lingkungan akademisi IPB University. Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) sekaligus dosen Program Studi Teknik Industri Pertanian, Prof. Dr. Endang Warsiki, S.T.P., M.Si., dikabarkan meninggal dunia pada Senin (2/11/2026).
Kepergian Prof. Endang Warsiki meninggalkan duka bagi keluarga besar IPB University, khususnya para mahasiswa, rekan dosen, serta kalangan akademisi yang mengenal dedikasi almarhumah dalam dunia pendidikan dan penelitian.
Informasi berpulangnya Prof. Endang disampaikan melalui akun Instagram resmi Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri (HIMALOGIN) IPB University, @himaloginipb.
Dalam unggahannya, HIMALOGIN menyampaikan belasungkawa sekaligus penghormatan atas pengabdian almarhumah selama menjadi bagian dari lingkungan akademik IPB University.
"Innalillahi wa inna ilaihi rajiāun. Keluarga Besar Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri (HIMALOGIN) IPB University turut berduka cita atas berpulangnya Prof. Dr. Endang Warsiki, S.T.P., M.Si. , Guru Besar IPB University sekaligus Dosen Program Studi Teknik Industri Pertanian.
Semoga almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta diterima seluruh amal ibadahnya. Semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan.
Terima kasih atas segala ilmu, dedikasi, dan pengabdian yang telah diberikan. Semoga menjadi amal jariyah yang terus mengalir."
Lantas, seperti apa profil dan perjalanan hidup Prof. Endang Warsiki hingga dikenal sebagai salah satu akademisi di bidang teknologi industri pertanian?
Prof. Endang Warsiki merupakan akademisi yang mengabdikan sebagian besar perjalanan profesionalnya di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan teknologi industri pertanian.
Perempuan kelahiran Desa Turi, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tersebut berasal dari lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan.
Meski tumbuh di daerah pedesaan dengan keterbatasan akses pendidikan dan transportasi, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk melanjutkan sekolah hingga perguruan tinggi.
Dalam sebuah wawancara, Endang pernah menceritakan perjuangannya menempuh pendidikan sejak lulus sekolah dasar (SD).
Karena belum tersedia sekolah menengah pertama (SMP) di kecamatannya, ia harus melanjutkan pendidikan ke Kecamatan Padangan yang berjarak sekitar 20 kilometer dari tempat tinggalnya.
Perjalanan menuju sekolah pun tidak mudah. Keterbatasan transportasi dan kondisi jalan membuat perjalanan yang seharusnya bisa ditempuh dalam waktu singkat menjadi jauh lebih panjang.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke SMAN 1 Bojonegoro sebelum akhirnya diterima di IPB.
Endang merupakan lulusan S-1 Teknologi Industri Pertanian IPB. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia melanjutkan studi S-2 Teknik Kimia di Institut Teknologi Bandung (ITB).
Pendidikan akademiknya berlanjut hingga jenjang doktoral di Victoria University, Australia.
Latar belakang pendidikan tersebut menjadi fondasi bagi Endang untuk mengembangkan keilmuan di bidang teknologi industri pertanian, khususnya terkait pengemasan dan penjaminan mutu produk agroindustri.
Dedikasi Prof. Endang Warsiki dalam dunia akademik mengantarkannya pada pencapaian sebagai Guru Besar Tetap Fakultas Teknologi Pertanian IPB University.
Ia resmi menyandang jabatan akademik tertinggi tersebut pada 29 Juli 2023.
Pada kesempatan itu, Endang menyampaikan orasi ilmiah guru besar dengan tajuk Peran Pengemasan Aktif, Cerdas dan Intelijen dalam Penjaminan Mutu Produk Agroindustri.
Di balik pencapaiannya sebagai Guru Besar IPB University, Prof. Endang Warsiki memiliki perjalanan hidup yang penuh perjuangan.
Berasal dari Desa Turi, Bojonegoro, dengan keterbatasan fasilitas pendidikan, ia justru berhasil mengembangkan karier akademik hingga memiliki pengalaman menjelajahi berbagai negara.
Dalam sebuah wawancara, Endang pernah menceritakan bahwa dirinya telah mengunjungi berbagai negara di sejumlah benua, termasuk kawasan Asia, Australia, dan Eropa.
Perjalanan pendidikannya tidak terlepas dari dukungan keluarga, terutama sang ayah yang berprofesi sebagai guru.
Ia mengaku memiliki sosok ayah sebagai panutan dalam menjalani kehidupan dan membangun karier sebagai pendidik.
Bahkan, ketika masih kecil, Endang pernah mempertanyakan mengapa dirinya tidak segera dinikahkan setelah lulus SD, sebagaimana kebiasaan yang masih ditemukan di lingkungan tempat tinggalnya saat itu.
Namun, sang ayah memiliki prinsip berbeda dan menjadikan pendidikan sebagai prioritas bagi anak-anaknya.
Pengalaman hidup itulah yang turut membentuk pandangannya mengenai pentingnya pendidikan. Baginya, proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kelas atau lingkungan kampus, tetapi dapat dilakukan di mana saja dan sepanjang hayat.
Ia pun pernah menyampaikan pesan kepada generasi muda agar mampu beradaptasi dan mengambil pelajaran dari lingkungan tempat mereka berada.
Kepergian Prof. Endang Warsiki pada Senin (2/11/2026) menjadi kehilangan bagi dunia akademik, khususnya keluarga besar IPB University.
Pengabdian almarhumah sebagai dosen, peneliti, dan Guru Besar di bidang teknologi industri pertanian diharapkan terus memberikan manfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan serta generasi penerus.
Berbagai ilmu dan inovasi yang pernah dikembangkannya, terutama dalam teknologi pengemasan dan penjaminan mutu produk agroindustri, menjadi bagian dari kontribusi yang akan terus dikenang.
(tsy)