news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kasat Samapta Polres Kudus AKP Noor Alifi mendatangi penyedia jasa penukaran uang baru di Alun-alun Kudus, Jawa Tengah, Kamis (5/3/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Sumber :
  • Antara

Penyedia Jasa Penukaran Uang Baru di Kudus Diimbau Waspada Uang Palsu

Warga diimbau jika menemukan uang palsu atau seseorang yang diduga mengedarkannya, segera melapor ke kantor kepolisian terdekat agar segera ditindaklanjuti.
Kamis, 5 Maret 2026 - 17:28 WIB
Reporter:
Editor :

Kudus, tvOnenews.com - Penyedia jasa penukaran uang baru yang mulai marak di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu yang biasanya meningkat pada momen Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.

"Bersama anggota, kami sudah mendatangi para penyedia jasa penukaran uang baru untuk memberikan edukasi sekaligus mengingatkan mereka agar berhati-hati saat bertransaksi guna menghindari kemungkinan adanya uang palsu," kata Kasat Samapta Polres Kudus AKP Noor Alifi di Kudus, Kamis (5/3/2026).

Ia juga menyampaikan kepada mereka ketika ada temuan kasus uang palsu atau hal-hal mencurigakan terkait peredaran uang palsu, dipersilakan lapor agar bisa segera ditindaklanjuti dengan menghubungi pusat layanan Polres Kudus 112.

Selain itu, kata dia, Kepolisian juga siap memberikan pengawalan bagi warga yang membawa uang dalam jumlah besar, baik dari perbankan maupun sumber lainnya, guna memastikan keamanan hingga ke tempat tujuan.

Imbauan tersebut disampaikan guna mengantisipasi karena pada momen menjelang Lebaran biasanya dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu.

Apalagi selama bulan puasa dan Lebaran 2026 aktivitas perekonomian masyarakat cenderung meningkat signifikan.

Untuk mengantisipasi peredaran uang palsu, pemilik usaha disarankan menyediakan lampu ultraviolet guna mengecek keaslian setiap lembar uang yang diterima.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan memahami cara mengenali keaslian uang sebagaimana yang telah disosialisasikan oleh Bank Indonesia.

"Secara manual, keaslian uang kertas dapat dicek dengan metode dilihat, diraba, dan diterawang. Masyarakat juga diminta mencermati nomor seri pada uang yang dianggap mencurigakan," ujarnya.

Apabila menemukan uang palsu atau seseorang yang diduga mengedarkannya, kata dia, masyarakat diminta segera melapor ke kantor kepolisian terdekat untuk ditindaklanjuti.

Sementara itu, hingga kini belum ada laporan resmi terkait peredaran uang palsu yang diterima oleh penyedia jasa tukar uang pecahan di Kudus.

Wulan, salah satu penyedia jasa penukaran uang baru di Alun-alun Kudus mengakui belum menemukan adanya uang palsu sejak awal Ramadhan membuka jasa penukaran.

Untuk tarif jasa penukaran, kata dia, sebesar 15 persen untuk setiap uang baru senilai Rp100.000.

Ia mengakui jasanya lebih mahal di bandingkan tahun sebelumnya, karena untuk mendapatkan uang baru juga tidak mudah.

Menurut dia menjelang Lebaran permintaan diprediksi terus meningkat, bahkan pengalaman sebelumnya ada pelanggan yang menukar antara Rp3 juta hingga di atas Rp10 juta.

Penyedia jasa lainnya, Vina Dwi, mengaku sudah empat tahun menjalankan usaha penukaran uang baru. Modal yang disiapkan bisa mencapai Rp50 juta setiap musim Lebaran.

"Dulu jasa Rp10.000 per Rp100.000, sekarang naik jadi Rp15.000 karena kulakan juga mahal. Saya ambil dari Semarang, beli ke orang," katanya.

Sementara uang yang ditukarkan umumnya terdiri atas pecahan Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000. (ant/dan)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:07
01:05
06:20
04:24
03:25
06:09

Viral