- Tim tvOne - Tri Handoko
Longsor Sepanjang 30 Meter Putuskan Jalan Penghubung Kecamatan di Brebes, Bangunan MCK Sekolah Ikut Ambruk
Brebes, tvOnenews.com – Bencana tanah longsor melanda wilayah Brebes Selatan. Dimana jalan kabupaten penghubung antar kecamatan putus total dan tidak dapat dilalui, pada Minggu (08/03/2026) dinihari, sekitar pukul 01.00 WIB.
Longsor susulan kemudian kembali terjadi dilokasi kejadian dan menimpa bangunan MCK SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan, pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB kemarin. Bahkan, detik-detik bangunan MCK sekolah ambruk, membuat warga sekitar panik saat merekam yang videonya viral di media sosial.
Kepala Desa Cilibur, Nurrohman, mengatakan longsor menyebabkan badan jalan kabupaten di ruas Desa Cilibur Kecamatan Paguyangan - Desa Langkap Kecamatan Bumiayu terputus, sehingga menyebabkan akses lalu lintas warga terhenti karena jalan sudah bisa dilalui kendaraan oleh longsor sepanjang 20 meter dengan kedalaman 30 meter.
“Kondisi ini membuat jalur penghubung antar wilayah di kawasan tersebut tidak bisa dilalui kendaraan,” kata Nurohman kepada awak media, Senin (09/03/2026) siang.
Terpisah, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma menegaskan, bahwa Pemkab Brebes telah mengambil langkah cepat menangani peristiwa longsor yang melanda Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan.
Kejadian yang dipicu curah hujan intens tinggi di wilayah Brebes Selatan menyebabkan banjir pada Kali Longkrang, yang kemudian menggerus jalan kabupaten di Desa Cilibur Kecamatan Paguyangan.
"Kami segera berkoordinasi dengan seluruh instansi terkait. Keselamatan masyarakat serta kelancaran akses transportasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah," kata Paramitha.
Bupati Brebes mengungkapkan, bahwa dukungan dari tingkat provinsi akan turut mempercepat proses penanganan. Langkah penanganan harus disusun secara cermat mengingat kondisi lapangan yang memiliki risiko tinggi.
"Kami juga telah melakukan kordinasi dengan pak gubernur. Termasuk akan segera menindaklanjuti hasil asesmen lapangan dan berkoordinasi dengan instansi teknis agar penanganan dapat dilakukan secepatnya.
"Jalan tersebut sangat vital bagi mobilitas warga, jadi kita harus mencari solusi yang aman dan berkelanjutan,. Termasuk fasilitas pendidikan yang ambruk," jelas Paramitha.
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Brebes, Dani Asmoro, menjelaskan bahwa tim teknis telah menyusun rekomendasi berdasarkan hasil asesment yang dilakukan sesuai arahan Bupati.
"Berdasarkan hasil asesment, ketinggian longsoran mencapai 30 meter dengan lereng yang sangat curam. Relokasi jalur jalan menjadi pilihan utama yang direkomendasikan sesuai dengan petunjuk dari Bupati," kata Dani Asmoro.
Dani Asmoro menyampaikan bahwa rencana relokasi telah disusun dengan memperhatikan instruksi dari Bupati untuk memprioritaskan kepentingan masyarakat.
"Kami merencanakan relokasi jalan ke sebelah timur dari posisi eksisting, memanfaatkan tanah bengkok desa dan sebagian kecil tanah milik warga yang akan diproses sesuai peraturan. Ini adalah solusi terbaik mengingat potensi bahaya yang masih ada di lokasi semula, sesuai arahan Bupati untuk mencari solusi yang paling aman dan berkelanjutan," ungkap Dani.
Terkait bangun MCK sekolah yang ambruk di SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dindikpora Brebes Aditya Perdana menjelaskan, bahwa bangunan MCK ambruk terjadi pada Minggu (08/03/2026) pagi, sekitar pukul 08.30 WIB.
Longsoran susulan setelah jalan terputus, yakni merobohkan talud penahan tebing dan menyeret bangunan kamar mandi (MCK) sekolah berukuran sekitar 3 x 6 meter hingga rusak terbawa material longsor.
Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Namun, sebagai langkah antisipasi, kegiatan belajar mengajar langsung dipindahkan ke Madrasah Diniyah (Madin) yang berada tidak jauh dari lokasi sekolah.
Menurut Aditya, retakan tanah masih terlihat di beberapa titik di area tebing yang berada dekat dengan bangunan sekolah, sehingga berpotensi memicu longsor susulan apabila hujan kembali mengguyur kawasan tersebut.
"Dari pihak dinas sudah melakukan pengecekan ke lokasi sekolah, untuk mengantisipasi keselamatan siswa dan juga guru, proses KBM sementara dipindahkan ke Madrasah Diniyah yang dirasa lebih aman," kata Aditya.
Mulai hari ini setelah proses kegiatan belajar mengajar di SMP Muhammadiyah 03 Paguyangan telah dipindahkan, pihak Dindikpora Brebes telah berkoordinasi dengan kementerian. Termasuk dengan pihak sekolah untuk melakukan penanganan selanjutnya.
"Yang jelas toilet tidak bisa dibangun ditempat yang sama, kami juga sudah berkordinasi dengan pihak BPBD, apakah sekolah ke depan apa masih ditempati atau direlokasi ditempat yang lebih aman," jelas Aditya.
Bila nantinya dari hasil asesmen tidak layak. Maka pihaknya akan berkoordinasi dengan yayasan, apakah yayasan memiliki lahan kosong untuk kegiatan belajar mengajar, ditempat lebih nyaman dikarenakan longsor masih bisa merambat.
"Apalagi ini musim hujan masih terus turun terjadi. Ini rawan bila masih ditempati siswa dalam belajar di sekolah. Makasih bila nantinya tidak layak, sekolah harus direlokasi dalam proses KBM," pungkasnya. (tho/buz).