news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Tak banyak yang menyangka, hanya sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Cilacap, Jawa Tengah, berdiri sebuah ruang yang menghadirkan wajah berbeda dari dunia pemasyarakatan..
Sumber :
  • Istimewa

Bapas Kelas II Nusakambangan Membuka Angkringan Pinondang

Tak banyak yang menyangka, hanya sekitar 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Cilacap, Jawa Tengah, berdiri sebuah ruang yang menghadirkan wajah berbeda dari dunia pemasyarakatan.
Rabu, 29 Juli 2026 - 12:14 WIB
Reporter:
Editor :

Kepala Bapas Kelas II Nusakambangan, RM Dwi Ananto, mengatakan Angkringan Pinondang dirancang sebagai ruang yang mempertemukan masyarakat dengan berbagai program pembimbingan yang selama ini dijalankan Bapas.

"Angkringan Pinondang bukan sekadar tempat menikmati makanan dan minuman, tetapi menjadi ruang interaksi, kolaborasi, dan kebersamaan. Kami ingin Griya Abhipraya semakin hidup serta menjadi tempat yang terbuka bagi masyarakat untuk berkumpul, berdiskusi, dan mengenal lebih dekat berbagai program pembimbingan yang dilaksanakan oleh Bapas Nusakambangan," ujar Dwi Ananto.

Menurutnya, keberadaan angkringan juga menjadi etalase berbagai produk hasil karya warga binaan dari Lapas-Lapas di Nusakambangan. Masyarakat dapat melihat langsung kualitas produk tersebut sekaligus membelinya sebagai bentuk dukungan terhadap proses pembinaan dan pemberdayaan.

Saat ini, Bapas Nusakambangan membimbing sekitar 370 klien pemasyarakatan di wilayah Cilacap. Seluruh klien tidak hanya menjalani pembimbingan administratif, tetapi juga didorong mengikuti berbagai program pemberdayaan ekonomi sesuai bakat dan kemampuan masing-masing.

Sebelum mengikuti program, setiap klien terlebih dahulu menjalani asesmen. Mereka yang telah memenuhi syarat, seperti menjalani dua pertiga masa pidana dan memperoleh pembebasan bersyarat, dipetakan potensi serta kebutuhan keterampilannya.

"Setelah di-assessment, kami melihat kemampuan dan kebutuhan masing-masing klien. Dari situ kami arahkan ke program yang paling sesuai, apakah pelatihan, bantuan usaha, atau pemberdayaan lainnya," jelas Dwi Ananto.

Program tersebut tidak dijalankan sendiri. Bapas Nusakambangan menggandeng 24 Kelompok Masyarakat Peduli Pemasyarakatan (Pokmas Lipas) yang berasal dari unsur pemerintah, dunia usaha, pesantren, pelaku UMKM, hingga sektor perhotelan.

Kolaborasi itu membuka kesempatan bagi klien untuk memperoleh pelatihan sebagai barista, juru masak (chef), hingga berbagai keterampilan usaha lainnya. Sejumlah klien bahkan telah bekerja di berbagai mitra, seperti usaha budidaya sidat, hotel, maupun UMKM, dengan memperoleh penghasilan sesuai ketentuan. Bapas juga membantu membuka akses permodalan bagi klien yang ingin merintis usaha setelah menyelesaikan masa pembimbingannya.

Perbedaan peran antara Lapas dan Bapas juga menjadi pesan yang ingin diperkenalkan melalui Griya Abhipraya Pinondang. Jika di dalam Lapas warga binaan menjalani pembinaan kepribadian dan kemandirian, maka setelah kembali ke masyarakat mereka memperoleh pembimbingan dari Bapas agar mampu beradaptasi, bekerja, dan menjalani kehidupan baru secara mandiri.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:59
01:57
01:21
16:31
06:11
05:03

Viral