- Istimewa
Bapas Kelas II Nusakambangan Membuka Angkringan Pinondang
Karena itulah Griya Abhipraya Pinondang bukan sekadar tempat menikmati secangkir kopi atau segelas Jaheku hangat. Tempat ini menjadi ruang perjumpaan antara masyarakat dengan proses reintegrasi sosial yang selama ini jarang terlihat. Pengunjung dapat berbincang santai, melihat langsung karya-karya warga binaan dan produk hasil pembimbingan klien, sekaligus memahami bahwa setiap orang berhak memperoleh kesempatan kedua.
Bagi Dwi Ananto, keberhasilan program bukan hanya diukur dari banyaknya produk yang terjual atau jumlah pelatihan yang diberikan. Yang lebih penting adalah berubahnya cara pandang masyarakat terhadap klien pemasyarakatan.
"Mudah-mudahan masyarakat bisa menerima klien kami dengan baik. Stigma yang selama ini negatif dapat berubah menjadi positif sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk kembali hidup, bekerja, dan berkarya di tengah masyarakat," katanya.
Seluruh kontribusi Bapas Nusakambangan tersebut menjadi salah satu wujud nyata implementasi 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, khususnya dalam memperkuat pembinaan dan pemberdayaan warga binaan serta klien pemasyarakatan.(chm)