news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) kembali dipercaya Pemerintah Kabupaten Magetan untuk mengembangkan pengelolaan limbah di Pasar Hewan Modern Parang menjadi biogas dan produk bernilai tambah..
Sumber :
  • Antara

UNIPMA Dipercaya Pemkab Magetan Kelola Limbah Pasar Hewan Modern Parang Jadi Biogas dan Produk Turunan

Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) kembali dipercaya Pemerintah Kabupaten Magetan untuk mengembangkan pengelolaan limbah di Pasar Hewan Modern Parang menjadi biogas dan produk bernilai tambah.
Kamis, 20 Agustus 2026 - 07:41 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) kembali dipercaya Pemerintah Kabupaten Magetan untuk mengembangkan pengelolaan limbah di Pasar Hewan Modern Parang menjadi biogas dan produk bernilai tambah. Tahun ini, UNIPMA berkolaborasi dengan Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW).

Program “Pengelolaan Limbah Ternak, Produksi Formula Mikroba, Pengembangan Biogas dan Pupuk Kompos Berkualitas” merupakan tahun pertama dari program yang dirancang bertahap selama tiga tahun. Pada tahun pertama ini, pembangunan instalasi biogas dilaksanakan secara paralel dengan kegiatan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas mitra, meliputi pelatihan pengelolaan limbah, produksi dan perbanyakan Formula Mikroba BIOFOSTIK, serta pengembangan pupuk kompos.

Program ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dengan UNIPMA sebagai perguruan tinggi pelaksana.

Ketua tim, Dr. Pujiati, M.Si., mengatakan program tersebut merupakan pengembangan dari pengalaman UNIPMA dalam pemanfaatan limbah ternak di Kabupaten Magetan.

“UNIPMA sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam pengembangan biogas dan pemanfaatan limbah ternak di Kabupaten Magetan. Tahun ini kami dipercaya untuk mengembangkan pengelolaan limbah di Pasar Hewan Modern Parang agar memberikan manfaat langsung bagi pengelola,” ujar Pujiati.

Pembangunan instalasi biogas yang dilakukan pada tahun pertama akan berjalan bersamaan dengan proses pemberdayaan mitra. Instalasi tersebut dirancang untuk memanfaatkan limbah ternak menjadi sumber energi yang dapat digunakan secara langsung di kawasan pasar.

“Kami ingin pembangunan instalasi dan pemberdayaan mitra berjalan beriringan. Jadi ketika instalasi dikembangkan, mitra juga dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk memahami pengelolaan limbah serta pemanfaatan teknologi tersebut,” katanya.

Instalasi biogas yang dibangun akan dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak pengelola ternak, sementara sebagian biogas dialirkan ke genset untuk mendukung penerangan kawasan pasar.

“Kami ingin teknologi yang dibangun benar-benar memberikan manfaat nyata. Limbah ternak menjadi sumber energi untuk memasak dan mendukung penerangan,” jelasnya.

Selain biogas, tim memperkenalkan Formula Mikroba BIOFOSTIK untuk membantu produksi biogas dari bahan organik non-kotoran hewan. Mitra juga mendapatkan pelatihan produksi dan perbanyakan BIOFOSTIK pada 15 Agustus 2026.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

06:16
03:58
02:37
01:09
00:49
01:17

Viral