- Antara
UNIPMA Dipercaya Pemkab Magetan Kelola Limbah Pasar Hewan Modern Parang Jadi Biogas dan Produk Turunan
tvOnenews.com - Universitas PGRI Madiun (UNIPMA) kembali dipercaya Pemerintah Kabupaten Magetan untuk mengembangkan pengelolaan limbah di Pasar Hewan Modern Parang menjadi biogas dan produk bernilai tambah. Tahun ini, UNIPMA berkolaborasi dengan Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW).
Program “Pengelolaan Limbah Ternak, Produksi Formula Mikroba, Pengembangan Biogas dan Pupuk Kompos Berkualitas” merupakan tahun pertama dari program yang dirancang bertahap selama tiga tahun. Pada tahun pertama ini, pembangunan instalasi biogas dilaksanakan secara paralel dengan kegiatan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas mitra, meliputi pelatihan pengelolaan limbah, produksi dan perbanyakan Formula Mikroba BIOFOSTIK, serta pengembangan pupuk kompos.
Program ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, dengan UNIPMA sebagai perguruan tinggi pelaksana.
Ketua tim, Dr. Pujiati, M.Si., mengatakan program tersebut merupakan pengembangan dari pengalaman UNIPMA dalam pemanfaatan limbah ternak di Kabupaten Magetan.
“UNIPMA sebelumnya telah memiliki pengalaman dalam pengembangan biogas dan pemanfaatan limbah ternak di Kabupaten Magetan. Tahun ini kami dipercaya untuk mengembangkan pengelolaan limbah di Pasar Hewan Modern Parang agar memberikan manfaat langsung bagi pengelola,” ujar Pujiati.
Pembangunan instalasi biogas yang dilakukan pada tahun pertama akan berjalan bersamaan dengan proses pemberdayaan mitra. Instalasi tersebut dirancang untuk memanfaatkan limbah ternak menjadi sumber energi yang dapat digunakan secara langsung di kawasan pasar.
“Kami ingin pembangunan instalasi dan pemberdayaan mitra berjalan beriringan. Jadi ketika instalasi dikembangkan, mitra juga dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk memahami pengelolaan limbah serta pemanfaatan teknologi tersebut,” katanya.
Instalasi biogas yang dibangun akan dimanfaatkan untuk kebutuhan memasak pengelola ternak, sementara sebagian biogas dialirkan ke genset untuk mendukung penerangan kawasan pasar.
“Kami ingin teknologi yang dibangun benar-benar memberikan manfaat nyata. Limbah ternak menjadi sumber energi untuk memasak dan mendukung penerangan,” jelasnya.
Selain biogas, tim memperkenalkan Formula Mikroba BIOFOSTIK untuk membantu produksi biogas dari bahan organik non-kotoran hewan. Mitra juga mendapatkan pelatihan produksi dan perbanyakan BIOFOSTIK pada 15 Agustus 2026.
“BIOFOSTIK membantu proses produksi biogas ketika bahan organik yang digunakan berasal dari sumber non-kotoran hewan. Formula ini dapat mendukung pemanfaatan berbagai bahan organik yang potensial sebagai bahan baku biogas,” terang Pujiati.
“Kami tidak ingin mitra hanya menjadi pengguna. Mereka perlu memahami proses produksi dan perbanyakan BIOFOSTIK sehingga memiliki kemampuan untuk menyediakan formula tersebut secara mandiri,” tambahnya.
Hasil samping pengolahan juga diarahkan menjadi pupuk kompos berkualitas.
“Konsepnya adalah pemanfaatan limbah secara terpadu. Limbah ternak dimanfaatkan untuk menghasilkan energi, sementara hasil sampingnya dapat diarahkan menjadi pupuk,” tuturnya.
Program melibatkan tim UNIPMA yang terdiri atas Dr. Pujiati, M.Si. sebagai ketua, Dr. Drh. Cicilia Novi Primiani, M.Pd. Nurul Kusuma Dewi, S.Si., M.Sc. sebagai anggota, anggota yg lain Riska Andriani, M.Si dari UNIROW serta sejumlah mahasiswa.
Kolaborasi juga melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan, dengan Sucipto selaku Kepala Dinas dan Kiki Andriyani selaku PIC Proyek, pengelola Pasar Hewan Modern Parang, Pemerintah Desa Trosono melalui Kepala Desa Sumono, serta BUMDes Bina Sejahtera.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menjadi bagian dari kolaborasi pentahelix yang mempertemukan unsur akademisi, pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan media.
“Kolaborasi menjadi kunci dalam program ini. Perguruan tinggi membawa teknologi, pemerintah memberikan dukungan, pengelola pasar menjadi mitra penerapan, pemerintah desa mendukung keberlanjutan, dan BUMDes dapat memperkuat aspek kelembagaan serta nilai ekonomi,” ujar Pujiati.
Program ini mendukung SDG 7 melalui energi biogas, SDG 8 melalui pengembangan nilai ekonomi, SDG 9 melalui inovasi teknologi, SDG 12 melalui pemanfaatan kembali limbah, SDG 13 melalui pengelolaan lingkungan dan energi terbarukan, serta SDG 17 melalui kemitraan lintas pihak.
“Tahun pertama ini kami fokus membangun fondasi, mulai dari instalasi biogas, penguatan kemampuan mitra, produksi dan perbanyakan BIOFOSTIK, sampai pengembangan pemanfaatan hasil samping. Tahap berikutnya akan diarahkan pada penguatan kualitas, kapasitas produksi, manajemen, dan keberlanjutan program,” kata Pujiati.
“Harapan kami, Pasar Hewan Modern Parang dapat menjadi contoh bahwa limbah dari aktivitas ternak dapat dikelola menjadi sumber energi dan produk yang bermanfaat,” pungkasnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Pendanaan 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Tim menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Pemerintah Kabupaten Magetan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan, Sucipto, Kiki Andriyani, pengelola Pasar Hewan Modern Parang, Pemerintah Desa Trosono, Kepala Desa Sumono, serta BUMDes Bina Sejahtera atas dukungan dan kolaborasinya.(chm)